PARADAPOS.COM - Pertempuran sengit kembali terjadi antara Rusia dan Ukraina pada akhir pekan lalu, dengan klaim korban jiwa dari kedua belah pihak. Serangan Rusia menewaskan tiga warga sipil di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava di Ukraina timur. Sementara itu, serangan balasan Ukraina dilaporkan menewaskan empat orang di Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia. Eskalasi ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Korban Sipil di Ukraina Timur
Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengungkapkan melalui kanal Telegramnya bahwa satu orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat serangan Rusia yang menghantam tiga distrik berbeda. Korban jiwa tersebut adalah seorang wanita lanjut usia berusia 70 tahun yang tinggal di distrik Nikopol.
Situasi tak kalah mencekam terjadi di wilayah Poltava. Kepala administrasi militer setempat, Vitali Dyakivnych, menyatakan bahwa serangan pada Sabtu malam menewaskan dua orang. Lebih memprihatinkan lagi, sebanyak 13 orang dilaporkan terluka, dan di antaranya terdapat enam anak-anak. Suasana duka menyelimuti kedua wilayah tersebut pasca rentetan serangan yang terjadi.
Serangan Balasan Ukraina ke Krimea
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah berhasil menembak jatuh 239 drone Ukraina dalam semalam. Serangan udara ini, menurut pihak Rusia, tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga melumpuhkan aktivitas penjualan bahan bakar di Krimea.
Ukraina sendiri mengakui bahwa mereka menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur energi di Krimea. Semenanjung tersebut selama ini berfungsi sebagai basis logistik utama bagi militer Moskow dalam operasi tempurnya yang sudah memasuki tahun keempat. Serangan ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Gubernur Krimea yang ditunjuk Rusia, Sergey Aksyonov, membenarkan adanya korban jiwa akibat serangan drone tersebut.
"Akibat serangan drone musuh di semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil," ujarnya, merujuk pada bagian timur Krimea yang berbatasan langsung dengan wilayah Rusia.
Ia kemudian menambahkan, "Menurut informasi terbaru, empat orang tewas, 28 orang terluka." Kawasan Kerch menjadi salah satu titik paling rawan mengingat letaknya yang strategis dan berdekatan dengan Jembatan Kerch yang menjadi jalur suplai vital Rusia.
Kebuntuan Diplomasi
Di tengah meningkatnya intensitas serangan, upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih belum menunjukkan titik terang. Pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat mengenai gencatan senjata tetap macet. Baik Moskow maupun Kyiv sama-sama mengintensifkan serangan dalam beberapa pekan terakhir, seolah menunjukkan bahwa solusi damai masih jauh dari jangkauan.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BPBD Aceh Besar Catat 7 Rumah dan 1 Ruko Rusak Akibat Angin Kencang, 8 Titik Pohon Tumbang
GIIAS 2026: Tiga Mobil Hybrid Menonjol, dari SUV Keluarga hingga MPV Premium
Polisi Sumut Bongkar Sindikat Penipuan Online Internasional di Medan, Kerugian Korban Capai Rp6,7 Miliar
Lima Komisioner KPU Kotawaringin Timur Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp40 Miliar