PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Jakarta. Dalam sambutannya, Prabowo menyapa anggota Kabinet Merah Putih dan sejumlah tokoh NU yang hadir. Momen menarik terjadi saat ia menyebut nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang disambut tepuk tangan meriah dan candaan ringan dari presiden. Acara ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam kalender organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Sapaan Hangat dan Tepuk Tangan Meriah
Suasana di lokasi penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 terasa cair. Prabowo, dengan gaya khasnya, menyapa satu per satu menteri yang hadir. Namun, ketika namanya disebut, Bahlil Lahadalia langsung mendapat sambutan luar biasa dari para peserta.
“Kok tepuk tangannya keras banget? Apa gara-gara harga BBM enggak naik? Yang bikin enggak naik presiden bukan,” kelakar Prabowo, yang sontak membuat ruangan bergemuruh tawa.
Candaan Berlanjut untuk Teddy Indra Wijaya
Tak berselang lama, suasana serupa kembali terulang. Saat Prabowo menyebut nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, tepuk tangan kembali menggema. Presiden pun melontarkan candaan ringan.
“Gimana sih ini? Tadi Bahlil sekarang Teddy,” kata Prabowo, sambil tersenyum lebar.
Momen-momen ini menjadi sorotan dalam rangkaian acara yang berlangsung khidmat namun tetap hangat tersebut. Kehadiran Prabowo di tengah para ulama dan tokoh NU menunjukkan kedekatan pemerintah dengan organisasi keagamaan.
Suasana Akrab di Tengah Agenda Nasional
Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 bukan sekadar seremoni. Di balik agenda resmi, interaksi antara presiden dan para peserta mencerminkan dinamika politik dan sosial yang berjalan alami. Candaan Prabowo soal BBM dan sambutan meriah untuk Bahlil serta Teddy menjadi pengingat bahwa momen kebersamaan seperti ini kerap menghadirkan sisi humanis di tengah hiruk-pikuk berita nasional.
Acara ini pun menjadi bukti bahwa hubungan antara eksekutif dan organisasi massa tetap terjaga dalam suasana yang penuh keakraban.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
300 Titik Fiktif Ditemukan di Cilacap, Portal Pendaftaran SPPG Program Makan Bergizi Gratis Ditutup
Program PISEW Bangun Infrastruktur Desa, Tekan Biaya Produksi Petani dan Kurangi Kesenjangan Ekonomi
Iran Buka Penuh Selat Hormuz untuk Kapal Dagang Setelah Kesepakatan dengan AS
Nadiem Putar Video Jokowi di Sidang Korupsi, Klaim Kebijakan Digitalisasi Pendidikan atas Perintah Presiden