PARADAPOS.COM - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dan dukungan politik tingkat tinggi untuk memperkuat konservasi alam. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan UK Special Representative for Nature, Ruth Davis, di Kew Gardens Orangery, London, Inggris, pada Rabu, 24 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas implementasi Satuan Tugas (Satgas) Konservasi Bentang Alam dan Spesies Ikonik yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2026, serta pengembangan skema pendanaan inovatif dan inisiatif konservasi seperti Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI).
Landasan Hukum dan Dukungan Politik untuk Konservasi
Raja Juli Antoni menekankan bahwa komitmen Indonesia terhadap konservasi alam bukan sekadar wacana. “Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat serta dukungan politik pada tingkat tertinggi untuk memperkuat konservasi alam,” ujarnya dalam pertemuan bilateral tersebut. Ia menambahkan, salah satu wujud nyata dari dukungan politik ini adalah pembentukan Satgas Konservasi Bentang Alam dan Spesies Ikonik.
Satgas ini memegang mandat besar, tidak hanya untuk memobilisasi pembiayaan inovatif, tetapi juga untuk mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Lebih dari itu, satgas ini bertugas membangun model pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.
Menerjemahkan Mandat Menjadi Aksi Nyata
Pemerintah menyadari bahwa memiliki mandat saja tidak cukup. “Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan mandat tersebut menjadi reformasi kebijakan, proyek percontohan yang dapat direplikasi, dan hasil konservasi yang terukur bagi masyarakat maupun lingkungan,” ucap Raja Juli.
Ia memastikan bahwa pengembangan skema pendanaan inovatif ini murni menjadi pelengkap anggaran negara, bukan bentuk privatisasi taman nasional. Skema ini diproyeksikan menjunjung tinggi prinsip transparansi serta inklusivitas bagi masyarakat lokal. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 57 taman nasional dengan luas mencapai hampir 18 juta hektare, yang menjadi habitat berbagai ekosistem penting dunia. Untuk menutup kesenjangan pendanaan yang besar, pemerintah tengah mematangkan berbagai skema pembiayaan adaptif. Mulai dari blended finance, filantropi, hingga optimalisasi pembiayaan publik yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan lindung.
Model Percontohan Konservasi Terintegrasi
Selain membahas kebijakan makro, kedua negara secara khusus bertukar pandangan mengenai pengembangan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI). Inisiatif ini diproyeksikan menjadi model percontohan konservasi bentang alam yang mengintegrasikan perlindungan spesies kunci dengan penguatan ekonomi warga di sekitar kawasan. Suasana diskusi berlangsung hangat, dengan kedua pihak saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik di bidang konservasi.
Memperkuat Kolaborasi Internasional
Melalui penguatan kolaborasi internasional ini, Indonesia dan Inggris sepakat untuk terus memperdalam dialog operasional. Langkah konkret ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya sistem kawasan lindung berkelas dunia yang tangguh terhadap perubahan iklim. Pada saat yang sama, kolaborasi ini diharapkan mampu menyegerakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat global.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dialog pada April 2026 guna memperkuat kerja sama bilateral di bidang konservasi alam, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pembiayaan berkelanjutan bagi kawasan lindung. Dalam kesempatan itu, Raja Juli juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Inggris yang telah memberikan komitmen pendanaan awal sebesar GBP 2 juta bagi agenda konservasi di Tanah Air.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Wisatawan China Catat Lonjakan Minat Tertinggi ke Indonesia, Tembus 44 Persen pada Semester I 2026
Jabal Uhud: Ziarah Sejarah, Pesona Alam, dan Budaya Menunggang Unta bagi Jemaah Haji Indonesia
Enam Kampus Indonesia Masuk Pemeringkatan QS Dunia untuk Jurusan Seni dan Desain 2026
IHSG Menguat Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market, Meski Ada Ancaman Downgrade