PARADAPOS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, melaporkan bahwa lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang setelah gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 mengguncang wilayah utara ibu kota Venezuela, Caracas, pada Rabu lalu. Dalam pernyataannya, Fletcher memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat secara signifikan, seiring upaya penyisiran puing-puing yang masih berlangsung di tengah medan yang sulit.
Skala Bencana yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Di tengah hiruk-pikuk alat berat dan debu yang masih mengepul di atas kota, Tom Fletcher menggambarkan situasi di lapangan sebagai “respons darurat yang sangat, sangat kompleks.” Ia menyebutkan bahwa tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena ribuan bangunan runtuh dan akses ke beberapa wilayah terputus.
“Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari AFP pada Sabtu (27/6/2026).
Korban Tewas Melonjak Hingga Ratusan Jiwa
Pernyataan Fletcher muncul setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas resmi akibat gempa bumi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari Jumat, menjadi 589 orang. Tim penyelamat dari berbagai daerah kini berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat yang mungkin masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan bertingkat.
Di beberapa titik, warga setempat terlihat bergotong royong membongkar puing-puing dengan tangan kosong, menunggu bantuan alat berat tiba. Suara tangis dan teriakan masih terdengar dari celah-celah beton yang hancur, menambah suasana mencekam di lokasi bencana.
Dua Guncangan Mematikan dalam Waktu Berdekatan
Gempa bumi pertama berkekuatan magnitudo 7,5 melanda sekitar pukul 11.00 waktu setempat, diikuti oleh gempa kedua berkekuatan 7,2 hanya beberapa jam kemudian. Kedua guncangan tersebut berpusat di darat, tidak jauh dari pesisir utara Caracas, sehingga memicu kerusakan struktural yang parah pada gedung-gedung perkantoran, permukiman padat penduduk, dan infrastruktur vital.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pencarian masih terus berlangsung di bawah koordinasi otoritas setempat dan badan-badan kemanusiaan internasional. Belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah pengungsi atau kerusakan infrastruktur secara keseluruhan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
DPRD Banten Temukan Puluhan Sekolah Swasta Gratis Masih Pungut Iuran, Minta Evaluasi Total
Menteri Transmigrasi Dorong Industrialisasi Kelapa Halmahera Utara untuk Ekspor ke China
Pemprov Jateng Luncurkan Gebyar Hadiah Samsat 2026, Sediakan Ratusan Juta Rupiah dan Emas bagi Wajib Pajak Patuh
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja Hasil Pendidikan Integratif di Magelang