10.395 Sarjana dari 1.952 Kampus Daftar Program Transmigrasi Patriot, Fokus Pengabdian ke Papua

- Jumat, 26 Juni 2026 | 23:50 WIB
10.395 Sarjana dari 1.952 Kampus Daftar Program Transmigrasi Patriot, Fokus Pengabdian ke Papua
PARADAPOS.COM - Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa program Transmigrasi Patriot tahun ini telah menarik minat lebih dari 10.000 sarjana dari hampir 2.000 kampus, termasuk sejumlah universitas ternama dari Australia dan Inggris. Dari total pendaftar, sebanyak 1.476 orang akan menjalani pembekalan sebelum dikirim ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, dengan fokus utama pada pengabdian masyarakat, khususnya di Papua. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Iftitah di Jakarta pada Jumat lalu.

Antusiasme Global dan Pergeseran Fokus Program

Menurut Menteri Iftitah, animo terhadap program ini tidak hanya datang dari dalam negeri. “Makanya, sekarang kita buka pintu juga untuk mereka. Kita juga buka pintu untuk mereka, mereka itu siapa? Kampus yang lain. Tahun ini yang daftar 10.395 sarjana dari 1.952 kampus. Bahkan ada kampus-kampus dunia juga seperti dari Australia, ada yang dari Inggris juga dan sebagainya. Jadi, mereka juga ingin ikut,” jelasnya di Jakarta, Jumat. Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya perubahan orientasi dalam program tersebut. Jika sebelumnya Transmigrasi Patriot lebih menitikberatkan pada riset dan pemetaan potensi ekonomi suatu daerah, kini prioritasnya bergeser ke arah pengabdian masyarakat secara langsung. “Utamanya ke Papua, kita sudah mengirim 1.000 transmigran Patriot, mereka ini dari 10 kampus mitra utama, tapi ada juga dari 147 kampus nonmitra,” tuturnya.

Membuka Peluang bagi Semua Lulusan

Iftitah menekankan bahwa keterbukaan akses ini merupakan respons atas tingginya minat dari generasi muda dan institusi pendidikan yang sebelumnya bukan mitra utama. “Makanya, sekarang kita buka lulusan sarjana manapun boleh ikut,” ujarnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperluas partisipasi dalam pembangunan nasional. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) secara resmi membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini merupakan salah satu pilar dari inisiatif Transmigrasi Patriot yang lebih besar. Juru Bicara Kementrans, Eva Julianti Yunizar, menambahkan bahwa banyak anak muda yang memiliki keinginan kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat, namun seringkali kesulitan menemukan wadah yang tepat. “Keterlibatan generasi muda dibutuhkan untuk mempercepat transformasi dan kemajuan daerah, terutama kawasan-kawasan yang memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ungkapnya.

Landasan Hukum dan Komitmen Transparansi

Penyelenggaraan program Transmigrasi Patriot ini didasari oleh amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian. Melalui program ini, peserta difasilitasi untuk melakukan pemetaan potensi wilayah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta merumuskan gagasan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Transmigrasi juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam seluruh proses rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan program berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar