Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Seorang Perempuan di Tenda Pengungsi Al-Mawasi

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:00 WIB
Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan Seorang Perempuan di Tenda Pengungsi Al-Mawasi
PARADAPOS.COM - Seorang perempuan Palestina tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah serangan drone Israel menghantam dua tenda pengungsi di Al-Mawasi, barat Khan Younis, Gaza selatan, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang masih membayangi kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Korban jiwa teridentifikasi sebagai Islam Hassan Abu Shamala, sementara satu korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kronologi Serangan di Al-Mawasi

Menurut sumber medis yang dikutip media Anadolu, serangan terjadi di Jalan Al-Rashid, dekat pintu masuk Jalan Roni. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa drone Israel menargetkan dua tenda yang berdiri berdampingan. Kedua tenda tersebut hancur total, dan sejumlah tempat penampungan di sekitarnya ikut rusak. “Lokasi yang menjadi sasaran berada di luar area penempatan dan kendali militer Israel sebagaimana diatur dalam ketentuan gencatan senjata,” ujar seorang saksi. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai kepatuhan terhadap perjanjian yang telah disepakati.

Pelanggaran Gencatan Senjata yang Berulang

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan bahwa hingga Kamis lalu, sedikitnya 1.031 warga Palestina tewas dan 3.309 lainnya terluka akibat dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Angka ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya insiden di lapangan. Sejak perang meletus pada 8 Oktober 2023, jumlah korban terus melonjak drastis. Lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 173.000 lainnya terluka. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan infrastruktur sipil yang mencapai sekitar 90 persen di seluruh Jalur Gaza.

Dampak Kemanusiaan yang Meluas

Konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun ini meninggalkan luka mendalam bagi warga sipil. Di Al-Mawasi, tenda-tenda pengungsi yang semula menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi sasaran. Suasana di lokasi kejadian digambarkan mencekam, dengan teriakan dan kepanikan mewarnai proses evakuasi korban. Para petugas medis berjibaku menangani tujuh korban luka, satu di antaranya berada dalam kondisi kritis. Rumah sakit setempat kewalahan menghadapi gelombang pasien baru di tengah keterbatasan pasokan obat-obatan dan peralatan medis.

Konteks yang Lebih Luas

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang insiden yang disebut-sebut melanggar ketentuan gencatan senjata. Kawasan Al-Mawasi sendiri sebelumnya dianggap sebagai zona yang relatif aman, jauh dari posisi militer Israel. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tak ada tempat yang benar-benar terlindungi. Para pengamat menilai bahwa eskalasi ini bisa menggoyahkan kesepakatan damai yang sudah rapuh. Setiap serangan baru berpotensi memicu siklus balasan yang tak berkesudahan, memperpanjang penderitaan warga sipil yang sudah terperangkap di tengah konflik.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar