Prabowo Sebut Indonesia di Persimpangan Sejarah, Transformasi Besar Digulirkan di Tengah Ketidakpastian Global

- Rabu, 01 Juli 2026 | 08:50 WIB
Prabowo Sebut Indonesia di Persimpangan Sejarah, Transformasi Besar Digulirkan di Tengah Ketidakpastian Global
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tengah berada dalam fase transformasi besar-besaran di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi hingga energi, menuju cita-cita menjadi negara yang modern, makmur, dan berkeadilan. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (1/7/2026). Di tengah situasi global yang masih diwarnai ketidakpastian dan konflik, Prabowo menyebut momen ini sebagai persimpangan sejarah bagi bangsa Indonesia.

Transformasi di Tengah Ketidakpastian Global

Menurut Prabowo, langkah transformasi yang dijalankan pemerintah saat ini bukanlah sekadar program rutin, melainkan sebuah lompatan besar yang mencakup berbagai bidang. Ia menyebutkan sektor ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga energi menjadi prioritas utama. Tujuannya jelas: memperkuat daya saing nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata. “Bangsa Indonesia sedang berada pada persimpangan sejarah. Kita sedang melakukan transformasi besar di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Di tengah dunia penuh ketegangan dan konflik,” ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia menambahkan, transformasi ini harus berlandaskan pada keadilan dan kedaulatan rakyat. Bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Polri Sebagai Pilar Stabilitas Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara menyoroti peran vital Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal proses transformasi ini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada situasi yang tertib dan kondusif. “Peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan,” tegasnya. Prabowo kemudian merujuk pada catatan sejarah peradaban manusia. Ia berpendapat bahwa peradaban yang mampu bertahan dan berkembang adalah peradaban yang memiliki institusi kepolisian yang kuat dan profesional. “Sejarah peradaban manusia menunjukkan suatu peradaban yang berhasil memiliki kepolisian yang unggul. Itulah peradaban yang langgeng yang bertahan lama, yang berhasil,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada negara kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat. Pernyataan ini seolah menjadi pengingat akan pentingnya kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.

Apresiasi untuk Kerja Keras Polri

Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Polri. Ia mengakui pengabdian mereka yang bekerja siang dan malam demi menjaga keamanan dan ketertiban bangsa. “Saya memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia yang siang dan malam menjaga keamanan dan ketertiban bangsa,” ujarnya. Suasana di lokasi acara tampak khidmat. Para personel Brimob yang hadir berdiri tegap, menyimak setiap arahan dari orang nomor satu di Indonesia. Transformasi besar yang dicanangkan memang membutuhkan sinergi semua pihak, dan Polri, menurut Prabowo, adalah salah satu garda terdepan dalam mewujudkannya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar