Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pembeli Hasil Petani dan Nelayan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 15:25 WIB
Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pembeli Hasil Petani dan Nelayan
PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai off-taker atau pembeli hasil produksi petani dan nelayan. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian pasar dan mencegah kerugian yang selama ini dialami para pelaku usaha kecil di sektor pangan. Gagasan besar ini disampaikan Zulhas dalam rapat koordinasi nasional sektor kelautan dan perikanan di Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026), dengan menyoroti nasib nelayan di Nusa Tenggara Timur yang kerap menjual ikan hasil tangkapannya ke tengkulak dengan harga murah.

Koperasi Desa sebagai Solusi Tengkulak

Zulhas menilai kehadiran tengkulak selama ini membuat petani dan nelayan sulit berkembang. Ia mencontohkan kondisi nelayan di NTT yang terpaksa menjual ikan dengan harga rendah. Pemerintah kemudian membangun kampung nelayan sebagai salah satu bentuk intervensi. Dalam sistem yang dirancang, Koperasi Merah Putih akan membeli ikan dari nelayan, lalu mendistribusikannya ke masyarakat di berbagai daerah. "Konsep Kopdes itu, Pak Presiden ingin ekonomi ini tumbuh di desa, intinya pemberdayaan. Seperti dulu, Pak, warung-warung itu di desa nggak boleh, ritel modern itu dulu hanya sampai di ibu kota. Tapi yang ingin dipercepat sekarang oleh Pak Presiden, ingin dibangun 80.000 desa itu, koperasi itu, memang gagasan beliau itu besar sekali. Besar sekali dan fundamental," kata Zulhas dalam acara tersebut.

Inpres dan Peran Agrinas Pangan

Untuk merealisasikan pembangunan 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi presiden (Inpres). Dalam pelaksanaannya, Presiden menugaskan Agrinas Pangan yang bekerja sama dengan TNI. Zulhas menjamin bahwa peran Kopdes Merah Putih ini akan lebih baik dibandingkan sistem tender bebas yang selama ini berjalan. "Intinya misalnya Kopdes itu Pak, adalah untuk tadi, nelayan, Koperasi Nelayan Merah Putih itu, untuk off-taker. Dia bukan supermarket. Banyak sekali kata-kata kan, 'ini kok Koperasi ada di gunung, Koperasi Nelayan Merah Putih di laut, ya di, ya di pantai, emang di mana?' Karena dia melayani kepentingan desa itu sebagai off-taker," jelasnya.

Fungsi Ganda: Off-taker dan Penyalur Bantuan

Selain menjadi off-taker, Kopdes Merah Putih juga akan bertugas menyalurkan berbagai bantuan dari pemerintah. Mulai dari bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), beras 10 kilogram, hingga bantuan alat pertanian seperti traktor. Semua akan dikelola oleh koperasi desa agar manfaatnya tidak disalahgunakan oleh oknum. "Nanti Kopdes itu yang akan menyalurkan PKH. PKH, Pak, beras 10 kilo, itu nanti Kopdes. Dulu desa, sekarang nanti di Koperasi Desa Merah Putih. Bantuan-bantuan kayak tadi, bantuan alat, traktor, bantuan pertanian nanti Kopdes yang akan mengelola, supaya semua orang bisa pakai," ujarnya. Ia menambahkan bahwa koperasi ini juga akan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah. Jika di suatu provinsi harga satu produk melonjak, seperti beras, pemerintah bisa melakukan operasi pasar melalui Kopdes. Dengan begitu, distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan tidak mudah disalahgunakan. "Tidak hanya satu kelompok, kelompok ini nganggur, berarti kelompok lain. Jadi nanti desa akan serahkan ke situ. Itu sebagai infrastruktur pemerintah, kalau satu provinsi harga satu produk mahal sekali, beras misalnya, kita harus operasi pasar. Sekarang kita mau kasih ke mana? Kasih ke pasar, minyaknya dioplos. Nanti melalui Koperasi Desa, jadi dia sebagai infrastruktur pemerintah," sambungnya.

Fokus pada Protein dan Kampung Nelayan

Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes ini merupakan off-taker dari kebijakan dasar yang dibuat Presiden Prabowo. Pemerintah tahun ini fokus pada peningkatan konsumsi protein, termasuk melalui program Kampung Nelayan dan inisiatif serupa. "Kedua, dia off-taker, gitu, off-taker, Pak. Itu kebijakan-kebijakan mendasar yang dibuat oleh Pak Prabowo, dan kami tahun ini memang fokus kepada protein, termasuk Kampung Nelayan dan lain-lain tadi," ucapnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar