PARADAPOS.COM - Ratusan budayawan Sunda menggelar upacara tradisi memperingati HUT ke-81 RI di kawasan Batu Ampar, Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 18 Agustus 2026. Berbeda dari upacara pada umumnya, para petugas pengibar bendera tampil mengenakan pakaian adat layaknya pengawal kerajaan Sunda. Kegiatan ini sengaja digelar sehari setelah tanggal proklamasi, sebagai rangkaian awal perayaan kemerdekaan, sekaligus menjadi ajang penguatan nasionalisme lewat pelestarian budaya. Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh inspiratif dan budayawan Jabar menerima penghargaan Galunggung Award, salah satunya Mulyadi, tokoh penggiat pertanian dan sosial kemasyarakatan.
Suasana di lereng Galunggung pagi itu terasa berbeda. Deretan peserta upacara berdiri khidmat, mengenakan tataran busana khas Sunda yang selama ini jarang terlihat dalam upacara kenegaraan. Pemilihan tanggal 18 Agustus pun bukan tanpa alasan. Panitia menilai, 17 Agustus merupakan momentum sakral pembacaan teks proklamasi, sehingga perayaan simbolik budaya ini sengaja digeser sehari setelahnya agar tidak mengurangi fokus pada momen bersejarah tersebut.
Galunggung Award dan Semangat Ketahanan Pangan
Penghargaan Galunggung Award diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi nyata bagi masyarakat. Mulyadi, salah satu penerima penghargaan, dikenal sebagai penggiat pertanian dan sosial kemasyarakatan. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterimanya, seraya membeberkan rencana pengembangan pertanian ke depan.
"Penghargaan yang saya terima ini kan khusus di bidang ketahanan pangan, khususnya pertanian. Jadi kita akan kembangkan di seluruh Indonesia, tidak hanya di Indramayu. Contoh, mungkin awal September kita mulai tanam kedelai di Sumatra Utara, itu 250 hektar. Belum lagi di Lampung, di Riau, Jambi, dan mungkin di Pulau Jawa; Demak, Cilacap, sampai Jawa Timur di Banyuwangi," tuturnya dalam program Headline News Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki dampak tindak lanjut yang konkret. Mulyadi tidak hanya berhenti pada ucapan terima kasih, ia langsung memaparkan peta jalan pengembangan komoditas kedelai di berbagai wilayah Indonesia. Ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap budayawan dan tokoh masyarakat bisa berjalan seiring dengan aksi nyata di lapangan.
Dukungan Polda Jabar terhadap Pelestarian Budaya
Di tengah jalannya upacara, kehadiran aparat kepolisian turut mewarnai jalannya acara. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang mengusung kearifan lokal ini. Menurutnya, upacara dengan kebudayaan Sunda memiliki peran penting dalam memperkuat rasa nasionalisme.
"Dan pada hari ini, kami Polda Jabar mendukung kegiatan ini ya. Kami sebagai Jawara, Jaga Rawat Jawa Barat, ini mempunyai suatu konteks di mana kita selalu adaptif dengan lingkungan yang ada di sini ya. Yaitu adat budaya Sunda yang bagaimana menjaga dan merawat budaya itu menjadi suatu," jelasnya.
Hendra menambahkan bahwa semangat yang diusung dalam upacara ini sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dijaga oleh Polda Jabar. Pihaknya menilai, merawat budaya adalah bagian dari menjaga keutuhan bangsa. Kehadiran aparat keamanan dalam acara ini bukan sekadar pengamanan, tetapi juga bentuk partisipasi aktif dalam melestarikan warisan leluhur.
Secara keseluruhan, peringatan HUT ke-81 RI di Galunggung tahun ini menjadi contoh bagaimana tradisi dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Melalui upacara adat, penghargaan bagi tokoh inspiratif, serta dukungan dari berbagai pihak, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dirawat dalam bingkai kearifan lokal yang autentik.
Artikel Terkait
KRL Bogor dan Tangerang Terganggu Usai Tertemper Orang dan Motor di Perlintasan
Pemerintah Dorong Percepatan Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk Tutup Celah Hukum Korupsi
Klaim Video Viral Kasir Indomaret 7 Menit Belum Terbukti, Potongan yang Beredar Tidak Saling Berkaitan
Korsel Perkirakan Korut Punya 80-120 Senjata Nuklir, Bantah Klaim Trump Soal 57 Hulu Ledak