PARADAPOS.COM -Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menanggapi pernyataan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang mempersilahkan masyarakat menerima uang yang diiming-imingi peserta Pemilu 2024.
Cak Imin tak memungkiri bahwa setiap Pemilu pasti muncul fenomena politik uang untuk mencari dukungan. Praktik ini sesungguhnya masuk dalam bentuk suap.
"Jadi sekarang banyak orang yang nyogok-nyogok Pemilu, jual beli suara, maksa maksa," kata Cak Imin usai menghadiri silaturahmi dengan majelis taklim se-Bekasi, Senin (18/12).
Sama seperti Prabowo, Muhaimin menegaskan, masyarakat harus pandai dan berani memilih pemimpinnya. Masyarakat diingatkan memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani.
"Kalau bisa (uangnya) ditolak, kalau nggak bisa ditolak, ya terima aja, tapi nggak usah diturutin," pesan Cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu.
Praktik politik uang tidak hanya dilakukan dengan pemberian uang, tapi juga bisa lewat penyaluran sembako, beras, minyak dan gula kepada masyarakat. Tujuannya untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk partai atau figur tertentu.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Mei 2026 Dipadati 33 Hari Besar, Pemerintah Tetapkan 4 Libur Nasional dan 2 Cuti Bersama
Kades di Pidie Jaya Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Negara Rugi Rp450,7 Juta
Astra Bagikan Dividen Rp15,6 Triliun, Siapkan Belanja Modal Rp36 Triliun pada 2026
Mendagri Tito Dorong Sumut Perkuat Ekonomi Berbasis Data dan Kendalikan Inflasi