Budi Arie Setiadi Gabung Gerindra, Analis: Pindah Koordinat Kekuasaan

- Minggu, 09 November 2025 | 03:25 WIB
Budi Arie Setiadi Gabung Gerindra, Analis: Pindah Koordinat Kekuasaan

Budi Arie Setiadi Dikabarkan Gabung Gerindra, Analis: Pindah Koordinat Kekuasaan

Langkah politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang dikabarkan akan bergabung dengan Partai Gerindra menjadi perbincangan hangat di kalangan politik Indonesia. Perpindahan ini ditafsirkan banyak pihak sebagai bentuk penyesuaian diri pendukung Joko Widodo (Jokowi) dengan peta kekuasaan baru pasca Pemilu 2024.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti langkah ini dengan sindiran tajam. Melalui akun Instagramnya, Hendri yang akrab disapa Hensat menyatakan, "Dari Projo ke Gerindra... Bukan pindah hati sih, lebih ke pindah koordinat kekuasaan."

Profil Budi Arie Setiadi dan Keterkaitannya dengan Jokowi

Budi Arie Setiadi dikenal sebagai sosok yang sangat identik dengan mantan Presiden Jokowi. Ia merupakan pendiri relawan Projo (Pro Jokowi) sejak masa Pilpres 2014 dan menjadi salah satu figur yang setia mengawal Jokowi selama dua periode kepemimpinannya.

Strategi Politik di Era Kepemimpinan Prabowo Subianto

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, langkah politik Budi Arie dianggap sebagai bentuk penyesuaian strategi. Hensat menambahkan dengan nada satir bahwa jika benar Budi Arie berpindah "circle", maka pertanyaan pentingnya adalah "siapa yang menyuruh?"

"Nah, kalo Budi Arie pindah circle? 'Disuruh siapa?' Pertanyaan yang lebih sensitif daripada 'kapan nikah?'" seloroh Hensat.

Beragam Tafsir Langkah Politik Budi Arie

Menurut analisis Hensat, terdapat beberapa tafsir mengenai langkah politik Budi Arie Setiadi ini. Ada yang menilainya sebagai strategi jangka panjang untuk tetap eksis di lingkar kekuasaan, taktik bertahan agar Projo tetap relevan di era baru, dan ada pula yang sinis menyebutnya sekadar menjalankan perintah.

"Ada yang bilang itu strategi. Ada yang bilang itu taktik bertahan. Ada juga yang bilang... ya disuruh," tutup Hensat dengan nada tajam.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar