Jalan Tengah yang Lebih Moderat
Menurut Purnomo, dorongan langsung untuk memakzulkan kepala negara berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan gejolak politik yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya mencari opsi yang tidak memicu resistensi besar.
“Jalan tengah apa yang paling baik supaya resistansinya, risikonya tidak terlalu besar? Yang pertama adalah pemakzulan Wakil Presiden Gibran,” kata Purnomo.
Polemik Sejak Awal Pencalonan
Purnomo menilai polemik terkait Gibran sudah muncul sejak awal proses pencalonannya sebagai calon wakil presiden. Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat usia capres-cawapres yang sempat menuai kontroversi luas.
“Kenapa harus dimakzulkan? Sebelum mencalonkan wakil presiden sudah bermasalah,” ujarnya.
Risiko Lebih Kecil
Karena itu, Purnomo berpandangan fokus terhadap posisi wakil presiden dinilai lebih memungkinkan dibanding langsung mendorong pemakzulan Presiden Prabowo. Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi opsi politik yang dinilai lebih moderat dengan risiko gejolak yang lebih kecil.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Jokowi Disorot: Perbedaan Sikap Picu Perdebatan, Pengamat Sebut Dua Aktivitas Utama Anies Pasca Pilpres
Jokowi Dinilai Masih Bersikap Seperti Presiden, Pengamat: Prabowo Terkesan Tak Berarti
Elektabilitas PSI Stagnan di 1,9 Persen meski Jokowi Gencar Safari Politik
KPU RI Belum Beri Jawaban soal Arsip Ijazah Jokowi yang Hilang, Pelapor Siapkan Gugatan Citizen Lawsuit