Jalan Tengah yang Lebih Moderat
Menurut Purnomo, dorongan langsung untuk memakzulkan kepala negara berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan gejolak politik yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya mencari opsi yang tidak memicu resistensi besar.
“Jalan tengah apa yang paling baik supaya resistansinya, risikonya tidak terlalu besar? Yang pertama adalah pemakzulan Wakil Presiden Gibran,” kata Purnomo.
Polemik Sejak Awal Pencalonan
Purnomo menilai polemik terkait Gibran sudah muncul sejak awal proses pencalonannya sebagai calon wakil presiden. Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat usia capres-cawapres yang sempat menuai kontroversi luas.
“Kenapa harus dimakzulkan? Sebelum mencalonkan wakil presiden sudah bermasalah,” ujarnya.
Risiko Lebih Kecil
Karena itu, Purnomo berpandangan fokus terhadap posisi wakil presiden dinilai lebih memungkinkan dibanding langsung mendorong pemakzulan Presiden Prabowo. Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi opsi politik yang dinilai lebih moderat dengan risiko gejolak yang lebih kecil.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD