Jalan Tengah yang Lebih Moderat
Menurut Purnomo, dorongan langsung untuk memakzulkan kepala negara berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan gejolak politik yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya mencari opsi yang tidak memicu resistensi besar.
“Jalan tengah apa yang paling baik supaya resistansinya, risikonya tidak terlalu besar? Yang pertama adalah pemakzulan Wakil Presiden Gibran,” kata Purnomo.
Polemik Sejak Awal Pencalonan
Purnomo menilai polemik terkait Gibran sudah muncul sejak awal proses pencalonannya sebagai calon wakil presiden. Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat usia capres-cawapres yang sempat menuai kontroversi luas.
“Kenapa harus dimakzulkan? Sebelum mencalonkan wakil presiden sudah bermasalah,” ujarnya.
Risiko Lebih Kecil
Karena itu, Purnomo berpandangan fokus terhadap posisi wakil presiden dinilai lebih memungkinkan dibanding langsung mendorong pemakzulan Presiden Prabowo. Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi opsi politik yang dinilai lebih moderat dengan risiko gejolak yang lebih kecil.
Artikel Terkait
Tentara Israel Masukkan Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan, Picu Kemarahan Umat Katolik
Pengamat: Pernyataan Kontroversial Ade Armando Jadi Bumerangi Elektabilitas PSI
Aktivis: Keheningan Teddy Indra Wijaya Bisa Perkuat Tuduhan Amien Rais di Mata Publik
Kejaksaan Dinilai Gamang Tangani Kasus Roy Suryo-Tifa karena Hasil Forensik Ijazah Jokowi Belum Meyakinkan