PARADAPOS.COM - Ketertarikan PDIP mendukung Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024 menyedot perhatian publik. Sikap ini berbanding terbalik dengan Pilkada Jakarta 2017, di mana PDIP justru menjadi rival kuat Anies Baswedan.
Namun demikian, menurut Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, hal ini sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan. Sebab politik sangatlah dinamis.
Terlebih pascapilpres, partai-partai yang gagal mengusung jagoannya dan merasa dicurangi, bisa saja berkumpul menjadi satu membentuk poros baru di Pilkada.
"Politik kita ini kan suatu hal yang cair bahkan tak jarang juga sesama barisan sakit hati bertemu," katanya di Nasdem Tower, Jalan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/6).
Willy melanjutkan, ada perbedaan yang signifikan dalam proses pilpres dan pilkada. Di mana dalam pilkada, parpol cenderung pasif sebab yang menjadi episentrum adalah kandidat yang bertarung.
Nasdem sendiri hingga hari ini belum memutuskan figur yang akan diusung pada Pilkada Jakarta. Namun tak bisa dipungkiri sosok Anies Baswedan masih menjadi kandidat terkuat.
"Kalau Nasdem ini kan oke-oke aja," tandasnya.
Ketertarikan PDIP mendukung Anies pada Pilkada Jakarta 2024 yang akan berlangsung November mendatang disampaikan langsung Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
"Menarik juga Pak Anies (untuk Pilkada Jakarta)," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6).
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Polda Metro Bantah Sengaja Matikan CCTV di Bundaran HI Saat Demo Mahasiswa
Kasus Roy Suryo Mandek di Tahap Dua, Pengamat Soroti Kejanggalan Proses Hukum
Zaskia Adya Mecca Dirikan Posko Logistik Gratis untuk Mahasiswa yang Berdemo di Bundaran HI
Pengamat: Duet Bahlil-Gibran di Pilpres 2029 Hanya Ilusi, Bahlil Dinilai Tak Punya Basis Kuat di Jawa