SEMARANG, paradapos.com - Penjualan produk elektronik makin ramai menjelang libur akhir tahun.
Momentum liburan ini dimanfaatkan konsumen untuk membeli dan mengganti produk elektronik mereka.
Pemilik Modern Elektronik Indrawati menuturkan, momentum Natal dan Tahun Baru, dimanfaatkan untuk menjaring calon pembeli yang menginginkan produk elektronik terbaru di rumahnya.
''Saat akhir tahun, sebagian karyawan mendapatkan bonus tahunan. Mereka kemudian membelanjakan penghasilannya untuk membeli produk elektronik baru atau mengganti produk lama dengan yang baru,'' tuturnya saat Pameran Modern Elektronik di Java Mall, Sabtu (23/12).
Dikatakannya, adapun perangkat elektronik yang banyak dibeli di antaranya mesin cuci, lemari es, AC, televisi dan lainnya.
Tingginya permintaan elektronik menjelang akhir tahun, mendorong pihaknya menyelenggarakan pameran di Java Mall mulai 21 Desember sampai 7 Januari mendatang.
Baca Juga: 7 Cara Decluttering, Kegiatan Memilah Barang yang Bisa dilakukan untuk Menyambut Tahun Baru 2024
Kepala Cabang LG Electronics Indonesia Semarang I Made Herinata menyatakan, menjelang Natal dan Tahun Baru memang permintaan akan barang-barang elektronik mengalami peningkatan.
Made menyebut, permintaan akan mesin cuci di wilayah Jateng-DIY terbilang bagus.
Bahkan, market share untuk mesin cuci buatan LG mencapai 24 persen dan menjadi pemimpin di kelasnya.
Baca Juga: Trishna Adi Ditetapkan Menjadi Ketua Forki Grobogan, Ini Visi Misinya
“Permintaan akan mesin cuci di kita masih unggul. Tidak hanya yang low end tapi juga yang middle atau mau upgrade dari dua tabung ke satu tabung, di area Semarang atau Jawa Tengah lumayan bagus,” ujar Made.
Selain LG, Artugo Elektronik juga mengejar penjualan sampai akhir tahun.
Branch Manager Artugo Semarang Agung Hananto mengatakan, khusus pada pameran kali ini pihaknya memasang target penjualan dengan nilai transaksi mencapai Rp 350 juta.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat