PARADAPOS.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama All in One Indonesia dan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) akan menggelar turnamen amal bertajuk Padel Charity Tournament 2026. Acara yang bertujuan menggalang dana untuk pemulihan wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatera, ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, di Smash Padel, TB Simatupang, Jakarta.
Kolaborasi untuk Dampak Sosial yang Lebih Luas
Inisiatif ini tidak sekadar menyajikan ajang kompetisi olahraga yang sehat. Kolaborasi strategis antarlembaga ini bertujuan memadukan semangat sportivitas dengan tanggung jawab sosial, menyalurkan bantuan konkret bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, menegaskan komitmen tersebut. Ia menjelaskan bahwa fokus kegiatan adalah pada upaya pemulihan pascabencana.
"Kami ingin menekankan bahwa turnamen ini bukan hanya kompetisi olahraga yang sehat tapi kita juga ingin memberikan kontribusi, membantu masyarakat yang membutuhkan, dalam hal ini kita peruntukkan untuk pulihkan negeri dengan aksi, utamanya pemulihan di wilayah-wilayah bencana di Indonesia khususnya di Sumatera," jelasnya.
Dukungan dan Keterbukaan untuk Kemitraan
Rizaludin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai mitra yang terlibat. Lebih dari itu, pihaknya secara aktif membuka peluang kemitraan yang lebih luas, mengundang lebih banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan sosial melalui olahraga ini.
"Karena ini adalah acara turnamen kami sangat terbuka yang mau menjadi mitra sponsor ataupun apa saja dengan kegiatan ini, karena yakin niat kita bersama kolaborasi ini adalah ingin menguatkan olahraga di Indonesia juga sekaligus ingin memberikan dampak terhadap program-program sosial," tuturnya.
Sambutan Positif dari Pengurus Olahraga
Geliat positif datang dari kalangan pengurus olahraga nasional. Gino Korompis, Ketua Umum PBPI, menyambut baik penyelenggaraan turnamen ini. Ia melihat momentum ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan kesadaran publik.
"Kami melihat ini adalah sebuah inisiatif yang sangat baik. Di tengah euforia pertumbuhan olahraga yang cepat, kita ambil momentum yang positif supaya masyarakat juga menyadari bahwa dengan olahraga, kita bisa berkontribusi kepada masyarakat lainnya," ungkap Gino.
Detail Teknis dan Partisipasi Publik
Secara teknis, turnamen akan menerapkan sistem grouping stage round yang dilanjutkan dengan knockout round. Dua kategori yang dipertandingkan adalah men's bronze dan mixed bronze. Para peserta yang berminat dapat mendaftar dengan biaya pendaftaran sebesar Rp2,5 juta per tim.
Yang menarik, panitia membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat umum untuk menyaksikan langsung serangkaian pertandingan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB tersebut. Kebijakan tanpa biaya tiket masuk ini diharapkan dapat mendorong partisipasi dan dukungan publik secara lebih masif.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Besuk Kobokan
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Peringatkan Indonesia Akan Berebut Pasokan Migas dengan China dan India Jika Krisis Timur Tengah Meluas
Polisi Ungkap Motif Konten dan Promosi Penjualan Mobil di Balik Aksi Zig-zag di Tol Becakayu
Ustazah Munifah Syanwani: Hidup Sederhana Kunci Ketenangan Batin di Era Materialistis