Angin Kencang Landa Tiga Kecamatan di Jember, Puluhan Rumah dan Sekolah Rusak

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:50 WIB
Angin Kencang Landa Tiga Kecamatan di Jember, Puluhan Rumah dan Sekolah Rusak

PARADAPOS.COM - Angin kencang yang melanda tiga kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (6/3) sore hingga malam, menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat puluhan pohon tumbang, belasan rumah rusak, serta fasilitas pendidikan dan gudang tembakau mengalami kerobohan.

Wilayah Terdampak dan Kerusakan Awal

Bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba itu terutama menerjang Kecamatan Wuluhan, Kencong, dan Gumukmas. Hujan deras yang menyertai angin kencang menyebabkan pohon-pohon berjatuhan, tidak hanya ke jalan desa tetapi juga menimpa sejumlah permukiman warga. Situasi ini langsung memicu kerusakan beruntun pada bangunan di sekitarnya.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, memberikan rincian awal dampak yang terpantau. "Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di selatan Jember yakni Kecamatan Wuluhan, Kencong dan Gumukmas," jelasnya saat dikonfirmasi di kabupaten setempat, Sabtu.

Rincian Kerusakan di Tiap Lokasi

Di Kecamatan Wuluhan, dampaknya terasa paling parah. Dua desa, Kesilir dan Tanjungrejo, menjadi episentrum kerusakan dengan puluhan pohon tumbang dan bangunan-bangunan roboh.

Edy Budi Susilo memaparkan data lebih detail. "Angin kencang melanda dua desa di Kecamatan Wuluhan yakni Desa Kesilir dan Tanjungrejo yang menyebabkan 50 pohon tumbang, atap empat sekolah mengalami kerusakan, 17 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dan 15 gudang tembakau roboh," tuturnya.

Keempat sekolah yang terdampak adalah SDN Kesilir 01, SDN Tanjungrejo 04, SDN Tanjungrejo 05, dan SDN Tanjungrejo 06. Sementara itu, salah satu gudang tembakau yang roboh bahkan menimpa rumah seorang warga bernama Supri (45), menyebabkan kerusakan pada tingkat sedang. Kejadian ini memaksa sejumlah korban untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat saudara.

"Gudang tembakau menimpa rumah warga atas nama Supri (45) mengalami kerusakan sedang, sehingga warga terdampak mengungsi di rumah saudaranya," katanya menambahkan.

Dampak di Kecamatan Lain dan Korban Jiwa

Tidak hanya di Wuluhan, angin kencang juga merusak wilayah lain. Di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, sebuah pohon tumbang dan menimpa atap rumah. Insiden ini mengakibatkan satu warga terluka karena tertimpa genting yang berhamburan.

Sementara itu, di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, kekuatan angin cukup untuk merobohkan dapur rumah serta kandang ternak milik warga. Gambaran ini menunjukkan betapa luasnya sebaran dampak dan variasi kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut.

"Di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas juga diterjang angin kencang yang menyebabkan dapur rumah dan kandang warga roboh," ujarnya melengkapi laporan.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Menanggapi kejadian ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember langsung bergerak melakukan penanganan. Prioritas awal adalah membuka akses jalan desa yang terhalang pohon tumbang. Upaya tersebut berhasil dan lalu lintas dilaporkan sudah normal kembali. Untuk pohon-pohon yang menimpa rumah warga, proses pembersihan dan pemulihan telah mencapai 80 persen.

Edy Budi Susilo juga menyampaikan rencana tindak lanjut. "Hari ini dilakukan kerja bakti untuk penanganan gudang tembakau yang menimpa rumah warga, sedangkan warga yang terdampak tersebut masih mengungsi di rumah saudaranya," katanya.

Peringatan dan Kesiapsiagaan

Menyusul peristiwa ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem yang dapat datang secara tiba-tiba memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama terhadap lingkungan sekitar seperti pohon yang sudah tua atau rapuh.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati cuaca ekstrem serta mewaspadai pohon yang berpotensi rawan tumbang di Jember. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko bencana di tingkat komunitas, mengingat Jember merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai bentuk cuaca ekstrem.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar