Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi Besar ke Kejagung, Dua Tersangka dan Barang Bukti Miliaran Disita

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:50 WIB
Polri Limpahkan Tiga Perkara Korupsi Besar ke Kejagung, Dua Tersangka dan Barang Bukti Miliaran Disita

PARADAPOS.COM - Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Plt Jampidsus), Rudi Margono, mengonfirmasi telah menerima pelimpahan tiga perkara korupsi besar dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan Agung tersebut mencakup dugaan korupsi di sektor batu bara, PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel. Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, terdiri dari satu pihak swasta dan satu individu berinisial F. Proses hukum berjalan beriringan dengan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta Selatan dan Bogor, yang menghasilkan penyitaan barang bukti bernilai miliaran rupiah, termasuk emas batangan dan valuta asing.

Rudi Margono menyampaikan perkembangan tersebut di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (11/7/2026).

"Informasinya sudah ditetapkan dua tersangka, yaitu swasta yang kedua adalah berinisial F," kata Margono.

Penggeledahan di Berbagai Titik

Rangkaian penggeledahan dilakukan oleh aparat kepolisian di beberapa lokasi strategis. Di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, sebuah money changer dan tempat hiburan bernama Cafe de'Clan Signature menjadi sasaran penggeledahan. Tak berhenti di situ, penyidik juga menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta satu rumah lainnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Dari total 12 lokasi yang digeledah, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mencengangkan. Berikut rinciannya berdasarkan lokasi penggeledahan:

Rumah Mewah Sentul

Dari lokasi ini, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan, uang tunai sebesar USD 4.767.300, SGD 14.083.800, dan Rp 100.000.000. Selain itu, dua bingkai foto keluarga juga diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Money Changer Cipete

Di tempat penukaran uang ini, polisi menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dengan total nilai fantastis. Rinciannya meliputi Rp 4.462.365.000, USD 84.356, SAR 17.595, SGD 83.394, THB 33.100, TRY 4.020, CNY 1.223, JPY 152.000, RM 212, INR 1.600, AED 640, KRW 61.000, GBP 40, BND 10, VND 150, dan NZD 100.

Cafe de'Clan Signature, Cipete

Penggeledahan di kafe ini menghasilkan temuan uang tunai senilai SGD 3.130.000 dalam pecahan 100 SGD, USD 889.965, dan Rp 259.159.000.

Rumah Cilandak

Dari lokasi ini, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 520.000.000 dan USD 133.000.

Skema Investigasi Bersama

Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa pengusutan ketiga kasus ini tidak dilakukan secara parsial. Pihaknya menggandeng Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya dalam sebuah skema joint investigation atau penyidikan bersama.

Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan perkara berjalan efektif dan komprehensif, mengingat kompleksitas kasus yang melibatkan banyak pihak dan aliran dana lintas sektor.

Atensi Langsung Presiden

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN (terkait batu bara), ASABRI, dan Krakatau Steel ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Budi seusai memantau langsung proses penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, pada Rabu (8/7).

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden. Dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi memaparkan bahwa kasus yang diusut tidak hanya terbatas pada tindak pidana korupsi murni, tetapi juga meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ia mengaitkan penggeledahan di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer dengan dugaan korupsi pasokan batu bara yang memicu pemadaman listrik (blackout) di Sumatra beberapa waktu lalu, serta kasus mega korupsi di ASABRI dan Krakatau Steel.

"Dari Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini