Venezuela Tolak Klaim AS: Maduro Tetap Presiden Sah, Desak Pulangkan dari Amerika

- Minggu, 04 Januari 2026 | 00:50 WIB
Venezuela Tolak Klaim AS: Maduro Tetap Presiden Sah, Desak Pulangkan dari Amerika
Venezuela Krisis: Tanggapan Karakas Atas Pengambilalihan Pemerintahan oleh AS

Karakas Tolak Klaim AS, Tegaskan Nicolas Maduro Tetap Presiden Venezuela

Pemerintah Venezuela menolak keras klaim pengambilalihan pemerintahan oleh Amerika Serikat. Wakil Presiden Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro Moros tetap merupakan satu-satunya presiden yang sah di negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Rodriguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela, yang membahas operasi militer AS. "Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," tegasnya seperti dilaporkan media internasional.

Venezuela Desak AS Pulangkan Maduro dan Cilia Flores

Pemerintah Venezuela melalui Rodriguez mendesak Amerika Serikat untuk segera memulangkan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores ke Karakas. Serangan dan intervensi AS ini dinilai sebagai preseden buruk bagi kawasan Amerika Latin.

Rodriguez memperingatkan bahwa aksi militer dan politik yang dilakukan terhadap Venezuela berpotensi terjadi pada negara lain di kawasan. "Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa berbalik melawan negara mana pun," serunya.

Klaim Pengambilalihan Pemerintahan oleh Amerika Serikat

Klaim ini muncul setelah Presiden AS kala itu, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih pemerintahan Venezuela pasca penangkapan Nicolas Maduro. Trump menyebut AS akan menjalankan pemerintahan sementara hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap tepat.

Namun, pernyataan Trump tidak dilengkapi dengan penjelasan rinci mengenai mekanisme transisi tersebut. Di sisi lain, AS disebut tetap memberlakukan embargo minyak terhadap Venezuela.

Dakwaan Hukum terhadap Maduro dan Istrinya

Setelah dibawa ke Amerika Serikat, Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, akan menghadapi serangkaian dakwaan hukum. Tuduhan tersebut dikabarkan terkait dengan kejahatan narkoba dan senjata.

Krisis politik dan hukum ini semakin memanaskan ketegangan antara Venezuela dengan Amerika Serikat, menyisakan ketidakpastian mengenai masa depan pemerintahan dan kedaulatan Venezuela.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar