Dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB, utusan Venezuela, Samuel Moncada, mengecam aksi militer AS sebagai "serangan bersenjata tidak sah" yang didorong keinginan menguasai sumber daya alam Venezuela.
"Venezuela adalah korban karena sumber daya alamnya. Minyak, energi, dan posisi geopolitik kami secara historis menjadi faktor keserakahan eksternal," tegas Moncada. Ia menuntut pembebasan segera Presiden Maduro dan Ibu Negara.
Dukungan dan Kutukan dari Negara Sekutu
Rusia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan solidaritas dan menyerukan pembebasan Maduro serta de-eskalasi situasi.
Utusan Kolombia, Leonor Zalabata Torres, secara kategoris mengutuk serangan sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Venezuela. Sementara utusan Kuba, Ernesto Soberon Guzman, mengecam "agresi militer AS" dan menegaskan dukungan penuh bagi rakyat Venezuela.
Insiden ini memicu pertanyaan mendalam tentang standar ganda hukum internasional dan ancaman terhadap kedaulatan negara di hadapan kepentingan geopolitik dan ekonomi negara adidaya.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Peringatkan Serangan: Analisis Lengkap Krisis
Rusia Kerahkan Kapal Perang Usai AS Sita Kapal Tanker Minyak: Analisis Eskalasi Ketegangan
AS Sita Dua Kapal Tanker Minyak Terkait Venezuela dan Rusia: Kronologi & Dampak Sanksi