Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya

- Rabu, 28 Januari 2026 | 04:25 WIB
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz: Respons Ancaman AS & Analisis Dampaknya

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP, Angkatan Udara CENTCOM menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan "untuk mendemonstrasikan kemampuan mengerahkan, menyebar, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab CENTCOM." Meski tanggal dan lokasi spesifik tidak diungkap, latihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan memperkuat kemitraan global.

Pengerahan Kekuatan Militer AS ke Timur Tengah

Rencana latihan ini bukan tanpa dasar. Pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan telah berlangsung sebelumnya. Pada Senin, 26 Januari, armada perang AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln telah tiba dan beroperasi di perairan Timur Tengah, didampingi sejumlah kapal perusak berpeluru kendali.

Media seperti The Washington Post dan The Jerusalem Post juga melaporkan kedatangan kekuatan udara tambahan AS, termasuk satu skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle dan 12 pesawat tempur F-15 yang telah ditempatkan di pangkalan AS di Yordania.

Latar Belakang Ketegangan dan Ancaman Balasan

Eskalasi militer ini terjadi dalam konteks ancaman AS yang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, yang disebut-sebagai respons atas penanganan demonstrasi dalam negeri Iran yang dimulai sejak 28 Desember. Iran sendiri telah berulang kali menyatakan akan membalas serangan apa pun yang dilancarkan terhadap kedaulatannya.

Dukungan juga mengalir dari kelompok-kelompok milisi sekutu Iran di berbagai titik di Timur Tengah, yang menyatakan kesiapan untuk membela Iran jika konflik terbuka pecah. Situasi ini menjadikan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global, kembali menjadi episentrum ketegangan geopolitik dunia.

Halaman:

Komentar