Madrasah Robotics Competition 2025: Rekor 616 Tim & Dukungan UAE untuk Madrasah Unggul

- Sabtu, 01 November 2025 | 10:50 WIB
Madrasah Robotics Competition 2025: Rekor 616 Tim & Dukungan UAE untuk Madrasah Unggul
Madrasah Robotics Competition 2025: Wujudkan Madrasah Unggul di Bidang Teknologi

Madrasah Robotics Competition 2025: Mendorong Madrasah Jadi Pusat Inovasi Teknologi

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa madrasah masa kini harus menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa keunggulan madrasah tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan.

"Anak-anak madrasah jangan hanya bisa mengaji dan berdoa, tapi juga harus mampu menciptakan robot, meneliti, dan berinovasi. Itu baru madrasah masa depan," tegas Nasaruddin Umar saat membuka ajang Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025 di Living World, Kota Wisata Cibubur, Sabtu 1 November 2025.

Ia menambahkan bahwa semangat berkarya dan berinovasi sejalan dengan perintah Al-Qur'an. Menurutnya, beramal dalam Islam berarti bekerja dengan perencanaan dan kecermatan, prinsip yang sama seperti bagaimana sebuah robot bergerak dengan logika dan sensor.

Dukungan Pemerintah Emirat Arab untuk Pengembangan Madrasah

Dalam acara yang sama, Menteri Agama juga mengumumkan kabar baik. Pemerintah Emirat Arab (UAE) akan memberikan dukungan besar bagi pengembangan madrasah di Indonesia. Dukungan ini mencakup peningkatan keterampilan guru dan siswa.

"Insyaallah, nota kesepahaman atau MoU akan segera ditandatangani dalam waktu dekat," ujar Nasaruddin.

MRC 2025 Catat Rekor Partisipasi Terbanyak

Madrasah Robotics Competition 2025 diikuti oleh 616 tim dari berbagai jenjang madrasah di seluruh Indonesia. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sejak ajang MRC pertama kali digelar pada tahun 2015.

Kompetisi robotik ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

  • Robot Karya Inovasi
  • Mobile Robot Labirin

Kedua kategori tersebut mengusung tema "Robotic Technology for a Green Future" atau Teknologi Robotik untuk Masa Depan yang Hijau.

Kebangkitan Inovasi Madrasah Pasca Vakum

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyebut ajang MRC 2025 sebagai momentum kebangkitan inovasi madrasah setelah dua tahun mengalami vakum.

"Madrasah bukan hanya mencetak ulama, tapi juga calon ilmuwan dan insinyur yang berakhlak mulia," kata Amien.

Ia menambahkan bahwa MRC 2025 merupakan bagian dari strategi Kementerian Agama dalam menyongsong era baru pendidikan madrasah. Strategi ini juga mencakup penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menggantikan Ujian Nasional.

Ajang MRC 2025 turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Agama, guru, kepala madrasah, serta para peserta yang dengan antusias menampilkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar