LHKPN Prabowo Disorot, Helikopter Pribadi Tak Tercatat dalam Laporan Kekayaan
PARADAPOS.COM - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perbincangan publik. Sorotan ini muncul menyusul pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki dan mengerahkan helikopter pribadi untuk penanganan bencana di Sumatra.
Pernyataan Seskab Teddy Soal Helikopter Pribadi Prabowo
Dalam konferensi pers di Posko Bencana Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025), Teddy Indra Wijaya menjelaskan tentang pengerahan 53 helikopter gabungan untuk misi logistik di daerah terdampak banjir dan longsor. Dalam penjelasannya, Teddy menyebut bahwa Presiden Prabowo juga mengirimkan helikopter pribadinya ke Aceh sejak minggu pertama bencana.
"Bapak presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya," ujar Teddy.
Sorotan Netizen dan Pertanyaan atas LHKPN
Pernyataan Teddy itu langsung memantik sorotan warganet di media sosial, terutama platform X. Banyak yang mempertanyakan ketidaksesuaian antara pernyataan resmi tersebut dengan data yang tercantum dalam LHKPN terbaru Prabowo.
Dalam LHKPN yang dilaporkan ke KPK pada 11 April 2025, hanya tercatat kepemilikan 7 mobil dan 1 sepeda motor. Tidak ada satu pun helikopter yang tercantum sebagai bagian dari harta kekayaan Presiden ke-8 Indonesia tersebut. Hal ini menimbulkan tanda tanya publik mengenai keakuratan data.
Detail Harta Kekayaan Prabowo Subianto dalam LHKPN 2025
Berdasarkan dokumen LHKPN yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Prabowo Subianto mencapai Rp 2,062 triliun. Berikut rincian aset yang dilaporkan:
- Properti Tanah dan Bangunan: Rp 294,5 miliar (terdiri dari aset di Jakarta Selatan dan Bogor).
- Kendaraan (8 unit): Rp 1,2 miliar, termasuk Toyota Alphard, Honda CR-V, Land Rover, Toyota Land Cruiser, Mitsubishi Pajero, Lexus, dan 1 unit motor Suzuki.
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 16,4 miliar.
- Surat Berharga: Rp 1,701 triliun.
- Kas dan Setara Kas: Rp 48 miliar.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Prabowo tidak memiliki hutang. Total kekayaannya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,042 triliun.
Kesimpulan dan Pertanyaan yang Mengemuka
Fakta bahwa helikopter pribadi tidak tercantum dalam LHKPN Prabowo menimbulkan sejumlah pertanyaan publik. Apakah helikopter tersebut tidak dimiliki secara pribadi melainkan atas nama perusahaan atau yayasan? Atau ada mekanisme pelaporan lain yang berlaku untuk aset jenis tersebut?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lebih lanjut dari pihak Istana atau tim hukum Presiden mengenai status kepemilikan dan ketidakcocokan data ini. Isu ini menyoroti pentingnya transparansi dan kejelasan dalam pelaporan kekayaan pejabat publik.
Artikel Terkait
Wacana Pembubaran Badan Anggaran DPR Kembali Mengemuka, Soroti Efisiensi dan Idealisme Wakil Rakyat
Jokowi Setuju Kembalikan UU KPK ke Versi Sebelum Revisi 2019
Caleg Nasdem Laporkan Wagub Sulsel ke Bareskrim Usai Kasusnya Di-SP3
Aktivis Pertanyakan Ijazah Jokowi di KPU karena Tak Ada Tanggal Legalitas