Sopir Ojol Tegur Penumpang yang Berbuat Mesum di Kursi Belakang, Polisi Selidiki

- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:50 WIB
Sopir Ojol Tegur Penumpang yang Berbuat Mesum di Kursi Belakang, Polisi Selidiki

PARADAPOS.COM - Seorang sopir taksi online mengaku mengalami kejadian tak biasa saat mengantar dua penumpang muda dari Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, menuju Cipulir, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2) malam. Pengemudi bernama Azmi Rahmat itu menyaksikan aksi mesum yang dilakukan penumpangnya di kursi belakang mobil, sebuah insiden yang kini juga tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.

Kronologi Aksi di Dalam Mobil

Menurut penuturan Azmi, orderan itu bermula dari titik jemput di sekitar Kementerian ESDM. Awalnya, hanya penumpang pria yang naik. Baru sekitar 500 meter kemudian, di sebuah halte, penumpang perempuan bergabung. Perjalanan yang seharusnya berlangsung sekitar 30 menit itu ternoda oleh aksi yang menurut Azmi sudah dimulai tak lama setelah mobil melaju.

“Awalnya enggak langsung berdua. Si lakinya dulu yang naik. Sekitar 500 meter di depan ketemu halte, baru saya jemput si perempuannya,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (13/2).

Azmi menceritakan bahwa penumpang perempuan langsung merebahkan diri. Rasa kejanggalan muncul dalam benaknya, mendorongnya untuk mengamati lebih cermat melalui kaca spion tengah. Apa yang dilihatnya kemudian membuatnya geram.

“Dari awal naik aja tuh si cewek kayak ngumpet-ngumpet. Terus langsung rebahan. Sekitar 3 kilometer dari titik jemput itu dia udah langsung melakukan aksinya,” ujarnya.

Teguran Sopir dan Sikap Penumpang

Dari pantauan melalui spion, Azmi melihat posisi kepala penumpang perempuan yang tidak wajar dan tangan penumpang pria yang sudah masuk ke dalam pakaian hingga celananya. Ia memilih untuk menegur setelah menganggap tindakan mereka sudah melampaui batas.

“Akhirnya saya tundukin spion, saya lihat posisi kepala si perempuan bukan di paha si cowok. Awalnya kepalanya di paha si cowok, jadi dadanya malah yang di paha,” jelasnya.

“Saya tunggu sampai tangannya masuk celana, baru saya tegur. Bener aja masuk ke celana,” lanjut Azmi.

Ia juga mengaku mendengar suara-suara yang tidak pantas. Yang membuatnya semakin kesal, kedua penumpang muda yang diperkirakan berusia di bawah 25 tahun itu tidak menunjukkan penyesalan. “Pas turun aja masih bisa senyum,” katanya.

Pertimbangan dan Kekhawatiran Sopir

Meski merasa tidak nyaman, Azmi mengaku tidak serta-merta menghentikan perjalanan dan menurunkan mereka di tengah jalan. Ia mempertimbangkan prosedur administratif dari perusahaan aplikasi yang dinilainya rumit dan berpotensi memakan waktu lama.

“Kalau diminta turun itu prosesnya panjang banget, harus telepon customer service, belum lagi antre,” ungkapnya.

Namun, setelah kejadian, muncul kekhawatiran lain. Azmi cemas terhadap status akunnya sebagai mitra pengemudi, terlebih karena dalam emosinya sempat melontarkan kata-kata kasar dan menyebarkan rekaman kejadian tersebut. “Yang terburuk itu putus mitra nantinya dari akun saya,” ucapnya.

Ini merupakan pengalaman pertama baginya selama berkarier sebagai sopir taksi online. Ia berharap kisah ini menjadi peringatan bagi pengguna jasa transportasi online untuk tetap menjaga etika dan sopan santun selama dalam perjalanan.

Respon dan Penyidikan Polisi

Merespons viralnya kabar ini, pihak kepolisian menyatakan telah memulai langkah penyelidikan. Kapolsek Kebayoran Lama, Kukuh Islami, mengonfirmasi bahwa identitas kedua pelaku masih belum diketahui dan pihaknya akan berkoordinasi dengan sopir yang bersangkutan sebagai saksi kunci.

“Kita belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang, yang berbuat mesum yang dia tegur itu,” jelas Kukuh kepada wartawan.

“Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut. Untuk mencari tahu identitas yang anak muda-mudi ini,” pungkasnya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar