Bayi Ditinggalkan dengan Surat Pilu dari Kakak Berusia 12 Tahun di Pejaten

- Kamis, 05 Maret 2026 | 01:00 WIB
Bayi Ditinggalkan dengan Surat Pilu dari Kakak Berusia 12 Tahun di Pejaten

PARADAPOS.COM - Seorang bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026). Penemuan yang memilukan ini disertai dengan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh kakak kandung bayi tersebut, seorang anak berusia 12 tahun bernama Zidan. Dalam suratnya, Zidan mengungkapkan keputusasaan karena ibunya meninggal saat melahirkan dan memohon agar bayi yang baru lahir itu dirawat dengan baik.

Kondisi Bayi Selamat dan Sehat

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengonfirmasi bahwa kondisi bayi dalam keadaan selamat. Bayi tersebut ditemukan oleh warga sekitar setelah terdengar tangisan yang tak kunjung berhenti.

"Hidup dan sehat bayinya, perempuan, ditemukan di gerobak nasi uduk depan rumah salah satu warga di Pejaten," jelas Anggiat pada Rabu (4/3/2026).

Kronologi Penemuan oleh Warga

Peristiwa ini berawal ketika seorang warga bernama Dinda mendengar suara tangisan dari arah jalan. Suara itu, yang berasal dari lantai dua rumahnya, ternyata datang dari sebuah gerobak nasi uduk di depan rumah. Rasa penasaran dan khawatir mendorongnya untuk mengecek sumber suara tersebut.

"Saat dicek, ternyata ada sebuah tas belanja bertuliskan Family Mart warna hitam, yang mana di dalam tas itu terdapat bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka bear warna biru dan diselimuti baby blanket," tuturnya.

Di dalam tas hitam itu, selain bayi yang masih sangat kecil, juga terdapat perlengkapan dasar seperti susu formula, tisu basah, dan sarung tangan. Namun, yang paling menyentuh adalah secarik kertas berisi tulisan tangan yang mengisahkan sebuah tragedi keluarga.

Surat Penuh Kepedihan dari Seorang Kakak

Surat yang ditinggalkan itu memberikan konteks tragis di balik penelantaran tersebut. Polisi menduga kuat surat tersebut ditulis oleh Zidan, yang mengaku berusia 12 tahun. Isi surat mengungkapkan beban berat yang dipikul seorang anak seusianya.

Berikut bunyi lengkap surat yang ditemukan:

"Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih.

Zidan 12 Tahun

Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani."

Penanganan dan Penelusuran Berlanjut

Setelah ditemukan, bayi yang diberi nama Ameera Ramadhani itu segera dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut. Meski surat menyebutkan bayi baru berusia dua hari, tim medis masih perlu memastikan usia dan kondisi kesehatannya secara pasti.

Sementara itu, penyelidikan polisi terus berjalan. Upaya untuk melacak keberadaan Zidan atau pihak lain yang terlibat dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kasus ini tidak hanya menyoroti persoalan penelantaran anak, tetapi juga membuka cerita pilu di baliknya yang melibatkan kesedihan mendalam seorang anak yang kehilangan ibunya dan merasa tak mampu menjaga adiknya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar