PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti dan memperingatkan keras praktik budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) yang masih mengakar di birokrasi. Peringatan itu disampaikan dalam pidatonya pada acara tasyakuran perdana Danantara di Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026), di mana ia menekankan bahwa kejujuran data merupakan fondasi krusial untuk pengelolaan kekayaan negara yang akuntabel.
Kebanggaan atas Posisi Indonesia di Panggung Global
Di hadapan para undangan, Prabowo terlebih dahulu mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan positif yang dicapai Indonesia. Ia menilai pengelolaan aset negara telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam setahun terakhir, yang turut memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah keuangan internasional.
“Sebetulnya saya juga ingin fokus kepada hal hal penting, kita bersyukur kita sekarang sudah punya suatu badan bisa disetarakan dengan sovereign well fund di dunia,” ungkapnya.
Ia melanjutkan dengan nada optimis, menyoroti prestasi yang telah diraih. “Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign well fund mungkin kernak ketujuh terbesar di dunia, kita juga bersyukur bahwa menejemen 1 tahun,” jelas Prabowo.
Peringatan Tegas untuk Akurasi Data
Namun, suasana yang semula cair berubah menjadi lebih serius ketika Presiden beralih membahas kualitas informasi yang diterimanya. Dengan nada yang tegas dan meninggi, Prabowo mengaku kerap kesulitan mendapatkan laporan yang benar-benar jujur, tanpa dibumbui manipulasi atau polesan yang hanya bertujuan mencari muka.
“ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yg baik, dengan pengelolaan yag baik terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar hasil sudah kelihatan,” tuturnya.
Ia kemudian memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran di bawahnya. “Saya susah dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan yang benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal akalan, saya kasih peringatan keras ini,” tegas Prabowo.
Apresiasi Bersyarat untuk Kemajuan yang Dirapor
Meski menyampaikan kritik pedas, Prabowo tidak menafikan laporan-laporan positif yang sampai ke meja kerjanya. Ia mengaku merasa gembira melihat lonjakan kinerja yang dilaporkan, meski kebahagiaan itu disertai catatan dan kehati-hatian.
“Saya dapat laporan saya cukup gembira dibandingkan tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen, ini cukup baik,” pungkasnya.
Pernyataan penutup itu sekaligus menggarisbawahi pesan utamanya: apresiasi hanya layak diberikan untuk pencapaian yang dilaporkan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan yang dibangun di atas budaya ABS.
Artikel Terkait
Video Viral Intimidasi di Kos Medan, Klaim Ancaman dan Pencurian Tak Terbukti
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Meninggal Dunia
Teknologi Video Face Swap AI: Dari Hiburan Viral hingga Tantangan Etika
Prajaniti Hindu Bali Ajukan Keberatan Resmi atas Izin Takbiran yang Bertepatan dengan Nyepi