“Bahkan Prabowo jauh lebih gelap mata. Melalui kampanye penghematan, 300 triliun uang rakyat mengalir ke Danantara. Aliran fulus APBN dan BUMN bercampuk aduk,” terang Faizal.
Dikatakan, Ihwal promosi Danantara tersebut, muncul disaat ribuan pelajar Papua berdemo.
Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gerakan protes yang semakin membesar dan menuai simpatik.
“Wajar, pelajar di sana mulai sadar, kekayaan Papua ratusan ribu triliun. Jauh lebih besar dari angka 14 ribu triliun Danantara. Tapi terkesan rakyat Papua seolah dihargai sebatas kebutuhan perut,” tuntas Faizal Assegaf.
Dikatakan Faizal bukan hanya Papua, hampir di seluruh daerah yang kaya potensi alam, makin termarginal.
Hutan, laut, aneka tambang, minyak, gas, dan sebagainya dirampok. Jumlahnya ratusan ribu triliun.
“Rakyat di daerah terposisi jadi penonton. Atas nama aturan dan kuasa, para pejabat dan oligarki bebas menggarong. Alam rusak parah, utang luar negeri menumpuk dan rakyat dimiskinkan,” Faizal menegaskan.
“Aset BUMN tak ada nilainya dengan kekayaan Timor Leste. Negara kecil tapi sangat bermartabat, berdaulat dan mandiri. Di sini, kekayaan dikuasi segelintir elite, oligarki dengan menipu rakyat,” tandas Faizal.
“Prabowo adalah Jokowi…!#IndonesiaGelap,” pungkasnya.
✍️
Alam Papua Dirampok,
Danantara Berkibar…”
Faizal Assegaf (kritikus)
Sejak rezim Orba lengser, berbagai BUMN menjadi sarang maling berjamaah. Kawanan tikus berdasi pesta pora di lorong gelap bernegara. Jamuan rakus itu, kini berganti nama BPI Danantara.
Aneka BUMN papan… pic.twitter.com/sG44tYcQW4
Artikel Terkait
Fakta Baru Kasus Suderajat: Penganiayaan Preman Sebelum Tuduhan Es Spons Terungkap
Hotman Paris Kritik Kasus Penjual Es Gabus: Habis Digebukin, Lalu Dipeluk?
Oknum Polisi dan TNI Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons, Hasil Lab Buktikan Aman
Proyek Lumbung Pangan 2025 Disorot: Anggaran Dipakai Sejak 2024, Ini Potensi Kerugian Negara