Kepolisian diharapkan memanggil Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memandang, pemanggilan PDIP penting dilakukan karena partai pimpinan Megawati Soekarnoputri it mengusung Jokowi di Pilkada Solo, Pilkada DKI Jakarta, hingga Pilpres 2014 dan 2019.
"Ada baiknya juga jika PDIP diperiksa atau setidaknya dimintai keterangannya juga terkait dugaan ijasah palsu Jokowi," ujar Igor kepada RMOL, pada Selasa 20 Mei 2025.
Igor menjelaskan, arsip akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), buku yudisium, ijazah, serta kesaksian para dosen dan teman seangkatan Jokowi juga telah berulang kali disampaikan ke publik.
Akan tetapi, menurutnya, lantaran persoalan ijazah palsu telanjur masuk hingga ke ranah hukum, maka keterangan berbagai pihak yang terkait dengan Jokowi bisa dipertimbangkan untuk diperiksa.
"Sebabnya PDIP merupakan parpol yang mengusung Jokowi sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden RI," ujar Igor.
"Karena untuk menjadi pejabat negara, salah satu syarat utamanya adalah lolos verifikasi administrasi dari parpol pengusungnya, termasuk soal pendidikan (ijazah) dari kandidat yang akan diusung," sambungnya.
Sumber: rmol
Foto: Kebersamaan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Ist
Artikel Terkait
Menteri ESDM Sinyalkan Potensi Kenaikan Harga Pertamax 92 Ikuti Gejolak Minyak Dunia
Saksi Ungkap Asal Mula Julukan Sultan Kemnaker di Sidang Korupsi
Atlet MMA Ditangkap Diduga Tersangka Pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, Dua Tersangka Diamankan