Masukan untuk DPR: Prabowo Tertatih-tatih Urus Negara, Gibran Malah Main Bola!

- Sabtu, 28 Juni 2025 | 15:35 WIB
Masukan untuk DPR: Prabowo Tertatih-tatih Urus Negara, Gibran Malah Main Bola!


Sebuah masukan untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar segera memproses surat pengajuan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, disampaikan analis politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting.

Hal tersebut disampaikan Selamat dalam podcast Madilog, yang disiarkan kanal Youtube "Forum Keadilan TV", Kamis, 26 Juni 2025.

Dia menilai, usulan pemakzulan Gibran yang diajukan Forum Prajurit Purnawirawan TNI sudah seharusnya segera diproses DPR. Sebab, fakta yang dia lihat beban kerja pemerintahan justru lebih banyak diemban Presiden Prabowo dalam kurun waktu 8 bulan pemerintahan baru bekerja.

"Ini karena beban negaranya begitu besar, beban pemerintahan begitu besar yang ditanggung, pekerjaan yang ditanggung oleh Presiden Prabowo Subianto itu juga berat, sangat berat," ujar Selamat dikutip RMOL pada Jumat, 27 Juni 2025.

Namun, beragam masalah yang menjadi fokus kerja Presiden Prabowo baik di dalam negeri maupun luar negeri, justru tidak terlihat pada kerja Gibran sebagai Wakil Presiden.

"Kontribusi yang dimainkan oleh kantor Wakil Presiden itu sangat kecil, sedikit bahkan seolah-olah main-main ya," sambung Selamat menegaskan.

Sebagai contoh, dia membeberkan sejumlah kegiatan kenegaraan Gibran sebagai Wakil Presiden, yang menurutnya tidak begitu penting ketimbang berbagai persoalan yang muncul di publik.

"Dengan main bola misalnya, dengan pergi melihat-lihat katakan proyek-proyek pembangunan, pergi ke sawah, pergi ke arah MRT yang lagi dibangun. Inspeksi-inspeksi yang tidak terlalu penting ketimbang memikirkan banyak sekali masalah yang ada di bangsa ini," ungkapnya.

Dengan alasan-alasan itu, Selamat berharap mata pimpinan-pimpinan DPR RI dapat terbuka, dan akhirnya bersikap untuk memproses pemakzulan Gibran yang diajukan Forum Purnawirawan Prajurit TNI.

"Nah artinya, kan itu kan sebetulnya memberikan daya tekan bahwa pengajuan surat dari forum Purnawirawan Prajurit TNI ini menjadi penting gitu untuk dibahas (oleh DPR)," tandas Selamat.

Sumber: rmol
Foto: Kolase Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/RMOL

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini

Terpopuler