Viral! Video Julee dan Si Petinju 7 Menit Bikin Netizen Heboh Cari Link Aslinya

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Viral! Video Julee dan Si Petinju 7 Menit Bikin Netizen Heboh Cari Link Aslinya

Link Viral Video Julee x Si Petinju 7 Menit: Fakta dan Imbauan untuk Netizen

Media sosial kembali diguncang kontroversi dengan kemunculan video berdurasi 7 menit yang diduga menampilkan sosok mirip Julia Prastini (Julee), istri pria asal Korea Selatan Na Daehoon. Video viral tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk TikTok, X (Twitter), dan Telegram, menjadi trending topic dalam waktu singkat.

Asal Usul Video Julee 7 Menit

Isu ini bermula dari unggahan beberapa akun gosip yang menyebut-nyebut tentang video "Julee x Si Petinju". Dalam rekaman berdurasi sekitar 7 menit tersebut, terlihat perempuan dengan kemiripan fisik tinggi dengan Julee sedang bersama pria yang diduga berprofesi sebagai petinju lokal. Meski lokasi dan waktu perekaman tidak jelas, banyak netizen langsung menghubungkannya dengan kabar viral sebelumnya yang menyeret nama Safrie Ramadhan.

Penyebaran dan Pencarian Tautan Video Julee

Konten terkait video ini menyebar cepat melalui format "reaksi" dan "teori netizen" di TikTok. Banyak akun yang secara aktif menulis kata kunci "link 7 menit Julee" di kolom komentar, berharap menemukan tautan video yang dikabarkan beredar di grup tertutup.

Beberapa kata kunci yang menjadi tren pencarian antara lain:

  • link video Julee 7 menit asli
  • video Julee x petinju full
  • tautan asli Telegram Julee
Namun hingga saat ini, tidak ada tautan resmi maupun bukti valid yang mengonfirmasi keaslian video tersebut.

Bahaya Tautan Palsu dan Imbauan Keamanan

Situasi ini dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan tautan palsu berisi situs spam, phishing, atau konten berbahaya. Netizen diimbau untuk tidak sembarangan mengklik link yang beredar di kolom komentar, terutama di platform TikTok dan X, untuk menghindari risiko keamanan digital.

Klarifikasi dan Status Terkini

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Julia Prastini (Julee), Na Daehoon, maupun pihak yang disebut sebagai "petinju" dalam video. Nama Safrie Ramadhan juga kembali disebut meski tanpa bukti pengaitan dengan video viral tersebut.

Etika Digital dalam Menyikapi Konten Viral

Fenomena peredaran video semacam ini kerap dimanfaatkan untuk penyebaran fitnah atau pencarian keuntungan tidak sah. Masyarakat dihimbau:

  • Tidak mudah percaya konten viral yang belum terverifikasi
  • Tidak menyebarkan tautan tidak jelas asal-usulnya
  • Menghormati privasi individu dan keluarga
  • Memastikan fakta sebelum membagikan informasi

Kasus video 7 menit Julee x Si Petinju menunjukkan betapa cepatnya isu berkembang di era digital. Hingga kini, klaim yang beredar masih sebatas spekulasi netizen tanpa bukti kuat. Kewaspadaan dan etika digital menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan berbagai pihak.

Sumber: jabarekspres.com

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini