Briptu Rizka dan Keluarga Dibekuk, Tewaskan Brigadir Esco dalam Kasus Pembunuhan Berencana
Kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota intel Polsek Sekotong, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkap fakta mengejutkan. Berdasarkan penyelidikan Polres Lombok Barat, istri korbannya sendiri, Briptu Rizka Sintiyani, diduga sebagai pelaku utama yang menghabisi nyawa sang suami.
Yang lebih mengejutkan, aksi keji ini tidak dilakukan Briptu Rizka sendirian. Dalam jumpa persnya, Wakapolres Lombok Barat, Kompol I Kadek Metria, mengungkapkan bahwa orang tua dan adik Rizka turut serta membantu pembunuhan tersebut.
Kronologi Pembunuhan Brigadir Esco
Peristiwa bermula dari cekcok antara Briptu Rizka dan Brigadir Esco di rumah mereka pada Selasa malam, 19 Agustus 2025. Diduga, pertengkaran itu dipicu oleh perselisihan berlatar belakang masalah ekonomi. Pertengkaran ini kemudian berujung pada penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Brigadir Esco, dengan dugaan kepalanya dipukul menggunakan gunting.
Mayat Brigadir Esco baru ditemukan lima hari kemudian, pada 24 Agustus 2025, di kebun belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Lombok Barat. Saat ditemukan, kondisi jasadnya sudah membusuk dan lehernya terikat tali.
Motif Pembunuhan dan Para Tersangka
Wakapolres Lombok Barat menegaskan bahwa motif pembunuhan ini adalah perselisihan ekonomi, dan menepis isu perselingkuhan yang beredar di masyarakat. Setelah melakukan rekonstruksi, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Selain Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka utama, keempat tersangka lainnya adalah Nuraini (ibunya), Amaq Siun (ayahnya), Dani Rifkan (adiknya), dan Paozi (teman dekat korban). Kelimanya dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Profil Keluarga Korban
Briptu Rizka Sintiyani merupakan anggota Bhabinkamtibmas di Desa Lembar, Lombok Barat. Dari pernikahannya dengan Brigadir Esco, mereka dikaruniai dua orang anak yang kini berusia tujuh dan empat tahun. Tragedi ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi kedua anak mereka yang masih kecil.
Artikel Terkait
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Meninggal Dunia
Teknologi Video Face Swap AI: Dari Hiburan Viral hingga Tantangan Etika
Prajaniti Hindu Bali Ajukan Keberatan Resmi atas Izin Takbiran yang Bertepatan dengan Nyepi
Iran Tunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, Tolak Tegas Campur Tangan AS