KPK Didesak Periksa Jokowi, Diduga Ada Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:00 WIB
KPK Didesak Periksa Jokowi, Diduga Ada Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh!

Pakar Hukum Desak KPK Periksa Jokowi Terkait Kasus Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk memanggil dan memeriksa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait eskalasi kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Desakan ini disampaikan oleh pakar hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar, menyusul ditingkatkannya status kasus ini ke tahap penyelidikan.

Alasan Pemeriksaan Jokowi di Kasus Whoosh

Abdul Fickar Hadjar menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Jokowi dinilai krusial. Hal ini dikarenakan posisinya sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam pemilihan produk kereta cepat asal China pada masanya.

"Ya, mantan presiden Jokowi sebagai pihak yang memilih produk kereta China harus dipanggil dan didengar keterangannya. Serta pihak-pihak lain yang memilih dan menyebabkan kerugian," ujar Fickar.

Menelusuri Penyebab Kerugian Negara

Fickar menjelaskan bahwa langkah pertama dalam penyelidikan adalah mengidentifikasi akar penyebab kerugian negara. Investigasi harus menjawab apakah kerugian terjadi akibat kesalahan pengelolaan proyek atau karena kekeliruan fundamental dalam pemilihan moda transportasinya sejak awal.

Dari titik inilah, penyidik dapat menelusuri lebih lanjut kemungkinan adanya pihak-pihak yang diuntungkan dari keputusan tersebut.

"Ya dimulai dari kerugian yang diderita proyek ini, apakah karena disebabkan oleh pengelolaan, atau karena pilihan modanya yang keliru, kemudian adakah pihak-pihak yang mendapatkan sesuatu atau kompensasi atas pilihan ini, termasuk presiden," jelasnya.

Status Penyidikan dan Latar Belakang Kasus

KPK telah mengonfirmasi peningkatan status kasus dugaan mark-up anggaran proyek Whoosh ke tahap penyelidikan. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan, "Saat ini sudah tahap penyelidikan," meski belum memberikan rincian lebih lanjut.

Eskalasi ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan Mahfud MD melalui sebuah video di YouTube. Dalam video tersebut, Mahfud mengklaim adanya selisih biaya yang signifikan antara perhitungan di Indonesia dan di China.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," ungkap Mahfud.

Merespons hal tersebut, KPK sebelumnya telah mengimbau Mahfud MD dan masyarakat yang memiliki informasi untuk menyampaikan laporan resmi guna ditindaklanjuti lebih lanjut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar