PARADAPOS.COM - Chelsea meraih tiga poin penting usai menaklukkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 3-1 di Stadion Molineux, Sabtu (7/2). Meski meraih kemenangan, manajer Chelsea, Liam Rosenior, justru menyoroti sisi pertahanan timnya yang dinilainya masih perlu perbaikan, terutama setelah gagal menjaga gawang tetap bersih dalam laga tersebut.
Kekecewaan di Balik Kemenangan
Atmosfer kemenangan di ruang ganti Chelsea tampaknya bercampur dengan rasa kecewa. Liam Rosenior, meski mengapresiasi kemenangan, terlihat lebih fokus pada celah yang membuat timnya kebobolan. Bagi pelatih berusia muda itu, standar yang ingin ditegakkannya lebih tinggi sekalipun timnya berhasil membawa pulang poin penuh.
Ia mengakui bahwa timnya menampilkan permainan yang lebih solid dan terkendali pada babak kedua. Namun, ambisinya adalah melihat konsistensi yang sama sepanjang 90 menit pertandingan.
"Sangat frustrasi ketika kami kebobolan karena kami selalu ingin mencatat cleansheet. Tapi kami menampilkan performa bagus pada babak kedua meski saya ingin kami tampil sempurna sepanjang 90 menit," ucap Rosenior dalam rilis resmi klub.
Fokus pada Perbaikan Pertahanan
Rosenior tampaknya telah mengidentifikasi titik-titik rawan yang perlu segera dibenahi. Sorotannya tajam, terutama pada situasi bola mati dan konsentrasi bertahan yang kadang melonggar. Hal-hal detail inilah yang sering kali menjadi penentu dalam pertandingan ketat di level tertinggi.
Ia menegaskan bahwa proses perbaikan membutuhkan waktu dan repetisi dalam latihan. Dengan jadwal yang padat, kemampuan tim untuk mengelola ritme permainan dan mempertahankan soliditas akan terus diuji.
"Saya tidak ingin kami kehilangan fokus saat menghadapi bola mati, saya tidak ingin kami memberi mereka peluang dengan mudah. Itu adalah sesuatu yang perlu kami perbaiki," jelasnya lebih lanjut.
Mentalitas Pemain yang Disukai Pelatih
Di balik kritiknya, ada sisi positif yang diambil Rosenior dari reaksi para pemain. Kekecewaan yang mereka tunjukkan saat kebobolan justru menjadi indikator baik bagi pelatih. Itu menunjukkan rasa kepemilikan dan standar tinggi yang juga dipegang oleh skuad, sebuah mentalitas yang penting untuk membangun tim tangguh.
Ke depan, Rosenior berharap timnya dapat lebih mendominasi penguasaan bola. Strategi ini bukan hanya untuk menciptakan peluang, tetapi juga sebagai bentuk pertahanan proaktif untuk meredam serangan lawan.
"Saya melihat frustrasi dari para pemain ketika kami kebobolan, sesuatu yang saya sukai dari para pemain ketika tidak bisa mencatat cleansheet. Saya juga ingin kami lebih sering memegang bola agar lawan kami tidak bisa mencetak gol," tutupnya menegaskan prioritas tim ke depannya.
Artikel Terkait
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
Pemprov DKI Beri Teguran Tertulis ke Perusahaan Pengguna Air Tanah
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Pengadilan Iran Tambah Hukuman Penjara Aktivis dan Peraih Nobel Narges Mohammadi