PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan proyek revitalisasi Taman Semanggi pada Jumat, 20 Februari 2026. Proyek senilai Rp134 miliar yang didanai swasta ini bertujuan mengubah kawasan seluas 6 hektare tersebut menjadi ruang publik ikonik dan inklusif, dengan target selesai pada HUT Jakarta ke-500 di tahun 2027. Pramono menegaskan revitalisasi tidak akan mengganggu lalu lintas dan tetap mempertahankan nama serta nilai sejarah kawasan yang digagas Presiden Soekarno.
Menghidupkan Kembali Gagasan Bung Karno
Dalam sambutannya, Pramono Anung menyoroti akar sejarah taman yang dalam. Ia menjelaskan bahwa konsep Semanggi telah dirancang sejak era awal pembangunan Ibu Kota, membawa filosofi mendalam yang ingin dipertahankan dalam wajah barunya.
“Semanggi ini digagas oleh Bung Karno pada tahun 1962. Empat helai daun Semanggi menggambarkan fungsi, konektivitas, transformasi, dan juga estetika serta kehidupan,” tuturnya.
Dengan latar belakang itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menciptakan sebuah etalase modern tanpa mengikis warisan sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun. Taman ini diharapkan menjadi simbol baru yang merepresentasikan dinamika Jakarta masa kini, namun tetap berpijak pada fondasi masa lalunya.
Konsep Ruang Publik Inklusif dan Terhubung
Revitalisasi Taman Semanggi mengusung konsep utama "re-connection" atau keterhubungan. Fokusnya adalah menciptakan ruang terbuka hijau yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dan terintegrasi secara organik dengan kawasan sekitarnya. Pramono menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah menciptakan sebuah landmark yang benar-benar dapat dinikmati publik.
“Pemerintah DKI Jakarta ingin tempat ini betul-betul menjadi tempat yang ikonik, tempat yang semua orang bisa memanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Di balik desain yang futuristik, aspek fungsional dan kemaslahatan bersama menjadi pertimbangan utama. Hal ini termasuk menjamin kelancaran mobilitas di sekitarnya, mengingat kawasan Semanggi merupakan simpul transportasi vital yang selalu ramai.
Komitmen pada Kelancaran Lalu Lintas dan Pembiayaan
Menyadari kompleksitas lokasi proyek, Gubernur Pramono secara khusus memberikan penekanan terhadap dampak revitalisasi terhadap arus kendaraan. Ia menyatakan bahwa perencanaan telah matang untuk meminimalisir gangguan.
“Yang paling penting saya sudah menyampaikan ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta,” tegas Pramono.
Dari sisi pendanaan, proyek besar ini sepenuhnya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah menggandeng mitra swasta yang tidak hanya mendukung pembangunan, tetapi juga akan mengelola taman selama satu dekade setelah masa konstruksi sekitar satu setengah tahun.
“Tempat ini untuk pembangunannya membutuhkan biaya kurang lebih 134 miliar rupiah. Dan itu sepenuhnya bukan dari APBD,” ungkapnya.
Menjaga Identitas di Tengah Transformasi
Meski mengalami perubahan fisik yang signifikan, identitas kawasan sebagai "Semanggi" akan tetap dipertahankan. Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan memori kolektif warga Jakarta terhadap lokasi tersebut. Pramono dengan jelas menyatakan komitmen tersebut.
“Nama tempat ini tetap Semanggi supaya nggak salah, nama ini tetap Semanggi nggak ada perubahan nama,” katanya.
Dengan tenggat waktu yang bertepatan dengan perayaan setengah milenium Jakarta, revitalisasi Taman Semanggi diharapkan bukan sekadar penyelesaian proyek infrastruktur. Lebih dari itu, ini merupakan penanda era baru bagi ruang publik ibu kota—sebuah ruang yang menghormati sejarah, melayani kebutuhan warganya di masa kini, dan menjadi kebanggaan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan
Pemprov DKI Bakal Ambil Tindakan Tegas Terhadap Lapangan Padel di Permukiman
Solusi Meal Prep: Siapkan Frozen Food Sehat untuk Sahur yang Praktis
DTSEN Genap Satu Tahun, Fokus Beralih ke Ground Check 11 Juta Penerima Bantuan