PARADAPOS.COM - Sebuah lubang jalan di kawasan Kelapa Dua, Jakarta Barat, menjadi sumber bahaya bagi pengendara sepeda motor pada Jumat (20/2) malam. Lubang yang terletak di Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua Raya, dekat SPBU 34.115.08, Kebon Jeruk, itu menyebabkan sejumlah insiden yang nyaris berakibat kecelakaan. Pantauan di lokasi menunjukkan, benturan keras antara kendaraan dengan lubang tersebut bahkan terdengar hingga ke trotoar dan mengagetkan pejalan kaki.
Insiden Beruntun di Malam Hari
Keadaan jalan yang gelap dan lalu lintas yang tetap ramai meski sudah lewat pukul 22.00 WIB, membuat keberadaan lubang tersebut kian mengancam. Suara benturan keras berulang kali terdengar, menandai momen ketika pengendara motor tak sempat menghindar. Insiden pertama dialami oleh seorang pengendara bernama Ari (32), yang mengalami kerusakan pada kendaraannya akibat tabrakan dengan lubang itu.
"Jadi pas lewat, kaget juga ada lubang itu. Kebentur keras, sampai lepas pelat nomor belakang. Padahal mah laju motor saya enggak ngebut," tuturnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Kerusakan Kendaraan dan Bahaya Lanjutan
Meski berhasil mengendalikan motornya dan tidak terjatuh, insiden tersebut meninggalkan masalah baru. Pelat nomor yang terlepas rupanya dilapisi cangkang plastik transparan yang pecah berantakan di atas aspal.
"Aman sih, enggak kepeleset," ujar Ari mengenai kondisi dirinya.
Namun, serpihan plastik yang berserakan itu membuat permukaan jalan menjadi licin, menciptakan potensi bahaya tambahan bagi pengendara lain yang melintas setelahnya. Tak lama setelah kejadian yang menimpa Ari, seorang pengendara lain juga mengalami nasib serupa, menabrak lubang yang sama dengan bunyi benturan yang tak kalah keras.
Harapan Warga untuk Perbaikan
Menyaksikan kondisi jalan yang rusak dan berpotensi mencelakakan itu, Ari menyampaikan harapannya agar pihak berwenang segera turun tangan. Perbaikan yang rapi dan menyeluruh dinilainya sangat mendesak, mengingat lokasinya merupakan jalur arteri yang padat kendaraan.
"Kan sekitar lubangnya ada gelombang-gelombang juga tuh. Nah itu semoga bisa diratain. Apalagi kan di sini banyak kendaraan yang lewat," imbuhnya, menekankan bahwa penambalan biasa mungkin tidak cukup untuk mengatasi kondisi permukaan jalan yang sudah tidak rata di sekitarnya.
Kejadian ini menyoroti kembali tantangan pemeliharaan infrastruktur jalan di ibu kota, terutama di titik-titik yang mengalami beban lalu lintas tinggi. Kecepatan respons dan kualitas perbaikan menjadi faktor kunci untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat berakibat lebih fatal.
Artikel Terkait
OJK Denda Influencer Belvin Tannadi Rp5,35 Miliar, Selidiki 32 Influencer Lain
Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Dolar Melemah dan Harga Emas Melonjak
Jadwal Imsak Bandung 21 Februari 2026 Pukul 04.28 WIB
Menag Sampaikan Khutbah Perdana dan Tinjau Fasilitas di Masjid Negara IKN