Pemprov DKI Bakar Tebas Lapangan Padel Ilegal dan Bising

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Pemprov DKI Bakar Tebas Lapangan Padel Ilegal dan Bising

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas terhadap lapangan padel yang beroperasi tanpa izin lengkap dan menimbulkan gangguan bagi warga. Gubernur Pramono Anung menegaskan hal itu sebagai respons atas keluhan masyarakat yang mengeluhkan kebisingan dari aktivitas olahraga tersebut, yang sering berlangsung dari pagi hingga larut malam di dekat permukiman.

Pemprov DKI Siapkan Langkah Tegas

Gubernur Pramono Anung telah menginstruksikan dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional lapangan padel di Ibu Kota. Penegasan ini disampaikannya di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, menanggapi keresahan yang berkembang di masyarakat.

“Secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini,” ujarnya.

Menurut Pramono, pemerintah daerah tidak akan membiarkan aktivitas olahraga ini mengganggu ketenangan lingkungan tempat tinggal jika terbukti menimbulkan masalah serius.

Rapat Lintas Dinas Segera Digelar

Sebagai langkah konkret, rapat koordinasi yang melibatkan berbagai dinas terkait rencananya akan diadakan pada awal pekan depan. Rapat tersebut bertujuan memetakan lokasi dan mengevaluasi kelengkapan perizinan setiap lapangan padel yang beroperasi di Jakarta.

“Besok hari Senin atau Selasa, kami akan segera memutuskan. Bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum, tidak mendapatkan persetujuan warga setempat, dan izinnya tidak lengkap, maka Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas,” tegas Gubernur.

Keluhan Warga Mencuat di Media Sosial

Tekad pemerintah ini muncul seiring dengan semakin banyaknya keluhan warga yang disuarakan, salah satunya melalui platform media sosial. Sorotan publik, misalnya, mengarah ke Fourthwall Padel di Cilandak, Jakarta Selatan. Seorang warga mengungkapkan keluhannya mengenai intensitas kebisingan yang hampir tak henti.

“Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan,” tulis akun @/idhm di Threads.

Persoalan serupa dilaporkan tidak terbatas pada satu lokasi tersebut. Warga di beberapa wilayah lain di Jakarta juga mengalami gangguan serupa, terutama untuk lapangan-lapangan yang lokasinya berdekatan dengan kompleks perumahan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk melakukan penertiban menyeluruh, menimbang aspek ketertiban umum dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar