Menteri Kehutanan Pimpin Penanaman 2.000 Bibit, Awal Restorasi Tesso Nilo

- Selasa, 03 Maret 2026 | 16:25 WIB
Menteri Kehutanan Pimpin Penanaman 2.000 Bibit, Awal Restorasi Tesso Nilo

PARADAPOS.COM - Pemerintah memulai langkah nyata pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, dengan menanam 2.000 bibit pohon. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Selasa (3/3/2026) ini merupakan tahap awal dari target reforestasi seluas 2.557 hektare tahun ini, bagian dari upaya jangka panjang mengembalikan fungsi hutan seluas 69.000 hektare.

Strategi Komprehensif: Penanaman dan Penegakan Hukum

Di tengah hamparan lahan yang sedang dipulihkan, Menteri Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini bukanlah tindakan simbolis belaka. Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, di mana penanaman berjalan beriringan dengan tindakan tegas terhadap perambah kawasan.

“Selain kita menumbangkan sawit di TNTN, kita juga menyiapkan bibit-bibit pohon. Gunanya untuk ditanam guna mengembalikan fungsi hutan TNTN,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan dua arah yang diambil pemerintah: mereklamasi kawasan yang rusak sekaligus mencegah kerusakan baru melalui penegakan hukum.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Pengamanan Ketat

Upaya monumental ini melibatkan berbagai pihak, terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat tinggi. Turut mendampingi menteri antara lain Wamen Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang juga menjabat Ketua Tim Terpadu Pemulihan Ekosistem (TP2E) TNTN.

Kehadiran pimpinan TNI dan Polri di lokasi bukan tanpa alasan. Untuk mengamankan proses reforestasi di area seluas sekitar 400 hektare pada tahap awal ini, diterjunkan 100 personel Brimob, 100 personel Samapta Polda Riau, dan 125 personel TNI. Pengamanan ketat ini dimaksudkan untuk memastikan proses pemulihan kawasan berjalan lancar dan tanpa gangguan.

Pemulihan yang Mengedepankan Kehati-hatian

SF Hariyanto selaku Plt Gubernur menekankan bahwa pendekatan kolaboratif melibatkan setidaknya 12 kementerian dan lembaga. Kolaborasi yang rumit ini sengaja dibangun untuk memastikan setiap langkah pemulihan dilakukan dengan pertimbangan matang, tidak hanya dari sisi ekologi tetapi juga keadilan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pengembalian fungsi hutan, khususnya di TNTN. Mari sama-sama kita dukung kegiatan pemulihan ekosistem ini,” ungkap Hariyanto.

Dukungan dari berbagai lini pemerintahan dan keamanan tersebut memberikan sinyal kuat tentang keseriusan negara dalam mengembalikan Tesso Nilo sebagai jantung ekologis Riau. Peluncuran reforestasi ini diharapkan menjadi titik balik menuju pemulihan penuh kawasan konservasi yang memiliki nilai strategis tinggi tersebut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar