PARADAPOS.COM - Pelatih baru panjat tebing disiplin speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyatakan kesiapan timnya untuk bersaing dalam Kualifikasi Asian Games 2026 di Jepang, April mendatang. Meski waktu persiapan terbilang singkat dan separuh skuad merupakan atlet muda, Galar yakin tim dapat tampil kompetitif dengan mengandalkan kemampuan dasar yang sudah mumpuni dan pengalaman internasional yang dimiliki.
Strategi Persiapan dengan Waktu Terbatas
Mengakui bahwa waktu latihan yang tersisa kurang dari sebulan tidak memungkinkan perubahan drastis, Galar memfokuskan strategi pada penyempurnaan kemampuan yang telah ada. Pendekatan ini diambil untuk memaksimalkan potensi setiap atlet jelang ajang kualifikasi di Jepang.
“Sebenarnya untuk dalam waktu kurang lebih sebulan, pelatih mana pun juga tidak bisa untuk meningkatkan atau mengubah cepat, jadi kami lebih ke mengasah kemampuan yang sudah ada dari para atlet,” jelasnya dalam pengumuman resmi di tempat pelatnas, Bekasi, Rabu (4/3) malam lalu.
Komposisi Tim: Perpaduan Energi Muda dan Pengalaman Senior
Kekuatan tim speed nasional saat ini terletak pada komposisinya yang seimbang. Sekitar 50 persen atlet adalah junior yang dinilai memiliki prospek cerah, seperti Antasyafi Robby yang sebelumnya mencatatkan performa apik di SEA Games 2025 Thailand. Pengalaman di tingkat regional itu diharapkan menjadi modal berharga saat mereka berhadapan dengan persaingan Asia yang semakin ketat.
Di sisi lain, kontribusi atlet senior dinilai tetap krusial. Galar menegaskan bahwa semangat dan etos kerja mereka tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Namun yang senior juga tidak bisa dianggap sepele karena semangat dan etos kerjanya luar biasa demi menjaga performa terbaik,” ungkapnya. Perpaduan ini, baik di sektor putra maupun putri, menjadi landasan optimisme tim pelatih.
Struktur Kepelatihan yang Diperkuat
Keyakinan untuk bersaing di kualifikasi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya ini juga didukung oleh penyusunan struktur kepelatihan yang solid. Galar Pandu Asmoro, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala disiplin speed, akan dibantu oleh dua asisten, Gunawan Santoso dan Fitriyani.
Sementara untuk disiplin lain, yaitu lead dan boulder, tanggung jawab pelatihan dipercayakan kepada Rindi Sufriyanto dengan didampingi Amri dan Solikhin. Penguatan di tubuh kepelatihan ini diharapkan dapat membawa tim nasional panjat tebing Indonesia meraih tiket ke ajang multievent terbesar Asia tersebut.
Artikel Terkait
DPR dan Pemerintah Sepakat Finalisasi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Serangan Drone Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal
Gelombang Solidaritas Warga Iran Meningkat Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata dengan AS
Pemain Bhayangkara FC Hadapi Sanksi Berat, Klub Ungkap Dugaan Ejekan Rasial sebagai Pemicu