BPBD Kalteng Peringatkan Ancaman Karhutla Meningkat pada 2026

- Senin, 09 Maret 2026 | 15:50 WIB
BPBD Kalteng Peringatkan Ancaman Karhutla Meningkat pada 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat pada tahun 2026. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, dalam sebuah forum prediksi iklim yang digelar secara daring, Senin (9/3/2026). Puncak kekhawatiran muncul dari perkiraan datangnya musim kemarau lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering, yang dipicu oleh fenomena iklim tertentu.

Faktor Pemicu Peningkatan Ancaman

Analisis yang disampaikan oleh BPBD Kalteng merujuk pada sejumlah indikator cuaca yang mengkhawatirkan. Musim kemarau tahun 2026 diproyeksikan akan dimulai lebih cepat, yakni pada akhir Mei, dengan durasi yang membentang hingga sekitar lima bulan. Kondisi ini diperparah dengan prediksi curah hujan yang berada di bawah normal, menciptakan lingkungan yang sangat rentan terhadap percikan api.

Faktor lain yang turut diawasi adalah potensi kembalinya fenomena El Nino, meskipun dalam kategori lemah, yang diperkirakan mulai terjadi pada Juni 2026. Kombinasi antara musim kemarau yang panjang dan pengaruh El Nino ini dinilai dapat memperluas sebaran wilayah rawan karhutla di berbagai penjuru Kalimantan Tengah.

Modal Pengendalian dari Pengalaman dan Persiapan

Meski ancamannya nyata, otoritas penanggulangan bencana di Kalteng tidak hanya melihat tantangan, tetapi juga pelajaran berharga dan persiapan yang telah dilakukan. Ahmad Toyib menekankan bahwa pengalaman lapangan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya saat menghadapi El Nino moderat di tahun 2023, membuktikan bahwa sinergi yang solid mampu menekan dampak kebakaran.

"Musim kemarau diperkirakan dimulai pada akhir Mei 2026 dengan kondisi yang lebih kering dan durasi yang lebih panjang hingga sekitar lima bulan," ungkapnya, merinci dasar dari peringatan dini tersebut.

Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari efektivitas sistem deteksi dini dan respons pemadaman yang cepat. Selain itu, ia menyebut bahwa berbagai program pencegahan karhutla telah dianggarkan secara rutin oleh instansi terkait, yang menjadi modal awal yang signifikan untuk menghadapi tahun 2026.

Pentingnya Status Darurat dan Koordinasi Lapangan

Untuk mengantisipasi skenario terburuk, BPBD Kalteng menilai langkah-langkah administratif dan operasional yang lebih kuat mungkin diperlukan. Salah satu instrumen kunci yang disoroti adalah penetapan Status Keadaan Darurat Karhutla apabila kondisi benar-benar memburuk.

Status darurat ini bukan sekadar formalitas. Dalam praktiknya, status tersebut akan memperkuat kewenangan dan mempermudah mobilisasi sumber daya, baik personel, peralatan, maupun dukungan anggaran operasional. Hal ini dianggap vital untuk mempercepat setiap tindakan pencegahan dan penanggulangan di lapangan, memastikan respons yang terintegrasi dan efektif melindungi ekosistem serta keselamatan warga.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar