PARADAPOS.COM - Arus mudik Lebaran di wilayah Jabodetabek mulai bergeser menjadi mobilitas warga untuk bersilaturahmi dan berwisata lokal. Pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (14/4), ribuan warga memadati Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan seperti Bogor dan Jakarta Kota. Fenomena ini menunjukkan tren masyarakat memilih transportasi massal yang dianggap lebih efisien, murah, dan bebas macet untuk mengisi libur panjang, meski harus berdesakan di dalam gerbong.
KRL Jadi Pilihan Utama untuk Silaturahmi
Suasana ramai sudah terlihat sejak pagi di berbagai stasiun utama. Peron Stasiun Manggarai dan Jatinegara, misalnya, dipenuhi penumpang yang antre menunggu kedatangan kereta. Mayoritas adalah keluarga yang memanfaatkan momen libur untuk mengunjungi sanak saudara atau sekadar berkeliling kota. Kepadatan ini tidak hanya terjadi di dalam kereta, tetapi juga merambat ke area gate masuk dan loket, menciptakan antrean yang mengular.
Rina (32), warga Bekasi yang ditemui di Stasiun Manggarai, mengonfirmasi kondisi tersebut. Meski sadar akan keramaian, dia dan keluarganya memilih KRL untuk perjalanan silaturahmi ke Bogor.
"Saya mau ke Bogor, mau silaturahmi sekalian jalan-jalan. Memang dari pagi sudah ramai, tapi masih bisa masuk kereta walau harus berdiri," tuturnya.
Efisiensi Waktu dan Biaya Jadi Pertimbangan
Di balik kepadatan, alasan utama warga tetap setia naik KRL adalah efisiensi. Rina menjelaskan bahwa moda transportasi ini menawarkan perjalanan yang lebih cepat dan terhindar dari kemacetan jalanan, selain tarifnya yang terjangkau dengan sistem tap kartu.
"Kalau naik KRL lebih enak aja, tiket tap kartu lebih murah, kemudian naik KRL tidak macet, juga lebih cepat sampai. Hanya saja penuh dan berdesakan," ungkapnya.
Kesadaran akan kondisi puncak ini juga diungkapkan oleh Andi (37), warga Jakarta Timur, yang hendak ke Jakarta Kota. Dia menyebut keramaian saat Lebaran sudah menjadi hal yang biasa dan bisa diantisipasi.
"Memang sudah biasa kalau Lebaran begini ramai. Saya mau ke Kota, mau jalan-jalan sama istri dan anak. Tadi sempat nunggu dua kereta karena penuh," jelas Andi.
Pengaturan Arus dan Imbauan Keselamatan
Meski penuh, arus penumpang secara umum masih terpantau lancar berkat pengaturan petugas di lapangan. Mereka tampak sigap mengarahkan calon penumpang, mengatur antrean, dan terus memberikan imbauan terkait keselamatan serta kedisiplinan selama di area stasiun dan dalam perjalanan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pola kepadatan tinggi ini diperkirakan akan bertahan selama beberapa hari ke depan, seiring dengan masih berlangsungnya masa libur Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat yang berencana bepergian disarankan untuk lebih mengatur waktu, misalnya dengan menghindari jam-jam sibuk, agar perjalanan bisa lebih nyaman.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran 2026 Lancar, Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Turun Drastis
Warga Irak Ditangkap Diduga Bunuh Cucu Mpok Nori di Kontrakan Jakarta Timur
Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi Polri dan TNI Jadi Prioritas Utama
KPK Ubah Status Tahanan Mantan Menag Yaqut dari Lembaga ke Rumah