PARADAPOS.COM - Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah melalui layanan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berjalan lancar dan terkendali. Pencapaian ini didorong oleh kesiapan operasional yang matang dan koordinasi intensif antar pemangku kepentingan di 15 lintasan nasional yang dipantau. Selama periode puncak, jumlah penumpang yang diangkut mencapai lebih dari 2,5 juta orang, sementara kendaraan yang diseberangkan melebihi 667 ribu unit.
Kenaikan Jumlah Penumpang dan Kendaraan
Berdasarkan data kumulatif dari sepuluh hari sebelum Lebaran hingga hari H perayaan, terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total penumpang mencapai 2.596.597 orang, naik 5,4 persen dari angka 2025. Sementara itu, jumlah kendaraan yang diangkut mencatat kenaikan 7,2 persen menjadi 667.526 unit.
Pada hari H Lebaran itu sendiri, yakni 21 Maret 2026, arus penumpang harian tercatat 156.838 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan 1,7 persen. Untuk kendaraan, terjadi peningkatan tipis 0,6 persen menjadi 40.066 unit pada hari yang sama.
Strategi Menjaga Kelancaran di Tengah Lonjakan
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa layanan tetap prima meski dihadapkan pada peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan. Keberhasilan ini tidak lepas dari serangkaian langkah strategis yang diambil perusahaan.
"Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa," tuturnya.
Lintasan penghubung Jawa-Sumatera-Bali, sebagai koridor tersibuk nasional, mendapat perhatian khusus. ASDP menerapkan penyesuaian pola operasi kapal, kesiapan personel maksimal, dan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan rute serta sistem penundaan di beberapa zona penyangga. Pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) yang dinamis juga diterapkan untuk mempercepat perputaran kapal di dermaga.
Kesiapan Menyambut Arus Balik
Menyongsong puncak arus balik, persiapan terus dimatangkan. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyatakan ketersediaan tiket hingga sepuluh hari setelah Lebaran masih sangat tinggi, mencapai 98,66 persen untuk lintasan utama.
Windy juga memberikan imbauan praktis bagi calon penumpang. "Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu," jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP mengoptimalkan pengalihan layanan kendaraan barang besar melalui Pelabuhan Bojonegara pada 23-29 Maret 2026. Sementara itu, kebijakan tarif tunggal akan diterapkan di Pelabuhan Bakauheni mulai 23 hingga 31 Maret guna memperlancar arus balik.
Optimalisasi Teknologi dan Program Stimulus
Di balik layar, kendali operasional diperkuat dengan optimalisasi Port Operational Control Center (POCC) di lintasan vital seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Sistem berbasis real-time ini memungkinkan pemantauan dan respons yang lebih cepat terhadap dinamika di lapangan.
ASDP juga terus mendorong pemanfaatan program stimulus diskon tarif yang masih berjalan. Hingga 21 Maret 2026, program yang berlaku di tujuh lintasan ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan realisasi penyerapan anggaran stimulus mencapai Rp14,5 miliar. Program ini memberikan potongan hingga 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan.
Dengan segala langkah antisipatif dan evaluasi berkelanjutan, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman selama periode arus balik Lebaran 2026.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lakukan Telepon Silaturahmi Idulfitri ke Sejumlah Pemimpin Negara Muslim
Basarnas Kerahkan Ribuan Personel untuk Siaga Mudik Lebaran 2026
Prabowo Targetkan Renovasi 300.000 Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran dalam Lima Tahun
Lebih dari 200 Diaspora Indonesia Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di Stockholm