Menteri Pertanian: Stok Beras 5 Juta Ton Jadi Tameng Hadapi El Nino Godzilla

- Senin, 20 April 2026 | 22:25 WIB
Menteri Pertanian: Stok Beras 5 Juta Ton Jadi Tameng Hadapi El Nino Godzilla

PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia siap menghadapi ancaman kekeringan ekstrem dari fenomena Godzilla El Nino. Keyakinan ini didasarkan pada stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang diproyeksikan mencapai rekor tertinggi 5 juta ton dalam tiga hari ke depan, didukung ketersediaan padi siap panen dan stok di sektor komersial. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk program irigasi dan benih unggul sebagai langkah antisipasi.

Stok Beras Tertinggi Sejarah Jadi Tameng Utama

Dalam paparannya, Amran menegaskan bahwa stok CBP yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai 4,9 juta ton. Angka ini disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, memberikan fondasi yang kuat bagi ketahanan pangan nasional. Optimisme ini disampaikannya usai rapat dengan 170 bupati di Jakarta, Senin.

“Kalau dampak ini, ada El Nino Godzilla, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok (CBP) kita insya Allah tiga hari ke depan 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka,” tegas Amran.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan situasi di masa lalu, yang menurut catatan hanya mencapai 2,6 juta ton pada tahun 1984. Artinya, cadangan saat ini hampir dua kali lipat lebih besar, memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi pemerintah dalam mengelola pasokan.

Total Ketersediaan Mampu Penuhi Kebutuhan 11 Bulan

Selain stok di gudang Bulog, ketahanan pangan juga ditopang oleh dua sumber utama lainnya. Pertama, standing crop atau padi yang siap panen diproyeksikan mencapai 11 juta ton. Kedua, ketersediaan beras di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) tercatat sekitar 12,5 juta ton.

Dengan menggabungkan semua sumber tersebut, total cadangan beras nasional dinilai sangat besar. Pemerintah memperkirakan ketersediaan ini mampu mencukupi kebutuhan konsumsi hingga 11 bulan ke depan. Padahal, estimasi durasi dampak El Nino hanya sekitar enam bulan.

“Estimasi El Nino itu hanya enam bulan. Sedangkan cadangan (beras) kita (diproyeksikan mampu memasok hingga) 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” bebernya.

Strategi Jangka Panjang: Perkuat Irigasi dan Benih Unggul

Di luar pengelolaan stok, pemerintah juga menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menjaga produktivitas di tingkat hulu. Anggaran sekitar Rp5 triliun dialokasikan khusus untuk program menghadapi kekeringan, dengan fokus pada dua hal.

Pertama, lebih dari Rp3 triliun digelontorkan untuk penguatan infrastruktur irigasi. Program ini mencakup pompanisasi, optimalisasi embung dan sungai, yang ditargetkan bisa mengairi 1,5 juta hektare lahan. Saat ini, pendaftaran bantuan 80 ribu unit pompa air telah dibuka untuk menjangkau sekitar 1 juta hektare sawah rawan kekeringan.

Kedua, sekitar Rp2 triliun dialokasikan untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan. Benih ini dirancang tidak hanya tangguh, tetapi juga mampu mempercepat masa tanam, sehingga memungkinkan peningkatan frekuensi tanam petani.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah terus mendorong program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare untuk memperluas basis produksi pangan nasional secara berkelanjutan. Kombinasi antara cadangan melimpah dan langkah antisipasi di lapangan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan beras bagi seluruh masyarakat.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar