PARADAPOS.COM - Realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun, menandai langkah awal yang konkret dari kebijakan hilirisasi yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan, dengan sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun atau naik 8,2 persen. Pemerintah terus mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, bukan lagi sekadar ekspor bahan mentah. Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp250 triliun, sedikit di atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp248,8 triliun.
Hilirisasi Serap Hampir Sepertiga Total Investasi Nasional
Menurut catatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sektor hilirisasi menyerap 29,6 persen dari total investasi nasional. Dari porsi tersebut, sekitar 66,7 persen atau Rp98,4 triliun berasal dari PMA. Angka ini dinilai sebagai bukti bahwa investor asing mulai serius menanamkan modal pada proyek pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi.
"Angka ini menunjukkan investor semakin serius menanamkan modal pada proyek pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah," ujar Christiantoko, Direktur NEXT Indonesia Center, Kamis, 23 April 2026.
Mineral Masih Jadi Primadona, Nikel Mendominasi
Kontribusi terbesar dalam sektor hilirisasi datang dari sektor mineral yang mencapai Rp98,3 triliun. Komoditas nikel masih menjadi primadona dengan investasi mencapai Rp41,5 triliun. Sektor tembaga mencatat angka Rp20,7 triliun, disusul besi baja sebesar Rp17 triliun, dan bauksit Rp13,7 triliun.
"Ini menjadi sinyal kuat kebijakan ekonomi nasional sudah berada di jalur yang benar, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tebal terhadap agenda transformasi ekonomi Indonesia," jelas Christiantoko.
Ia menambahkan bahwa dengan mengarahkan modal ke sektor pengolahan, Indonesia tidak hanya menjaga sumber daya alam agar tidak keluar dalam bentuk mentah yang murah, tetapi juga membangun ekosistem industri yang lebih berdaya saing di masa depan.
Sementara itu, dominasi PMA yang sedikit melampaui PMDN dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Kondisi ini mencerminkan strategi transformasi ekonomi yang mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook: Nadiem Hadirkan Tujuh Guru dari Aceh hingga Papua Bantah Dakwaan
Dewan Pers dan Pemerintah Bahas Perlindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik di Era Digital
Kejari Palembang Terima Pelimpahan Dua Tersangka Korupsi Penguatan Sistem Kesehatan BPFK
10 Buku Termahal di Dunia, dari Naskah Joseph Smith hingga Catatan Leonardo da Vinci