Chatib Basri Ramai Dikabarkan Gantikan Purbaya sebagai Menkeu, Purbaya Bantah Keras

- Kamis, 04 Juni 2026 | 13:25 WIB
Chatib Basri Ramai Dikabarkan Gantikan Purbaya sebagai Menkeu, Purbaya Bantah Keras

PARADAPOS.COM - Nama ekonom senior Muhammad Chatib Basri mendadak ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di platform Threads. Ia diisukan akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Isu ini mencuat di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada Kamis, 4 Juni 2026. Berbagai unggahan warganet menanyakan kepastian kabar tersebut, mulai dari yang sekadar bertanya hingga yang menyebutkan bahwa pergantian sudah resmi terjadi.

Sejumlah unggahan di media sosial menuliskan, "ini serius menkeu Purbaya mau diganti sama Chatib Basri???? Lebih baik, sama atau bahkan lebih buruk guys?"

"Jadi Pak Purbaya diganti Chatib Basri udah official nih?" tulis warganet lainnya.

"PURBAYA MAU DICOPOT GENGSSS. GANTI NTAA CHATIB BASRI," demikian bunyi unggahan lain yang ramai mendapat respons.

Profil Chatib Basri: Dari Akademisi Hingga Puncak Karier Pemerintahan

Lantas, siapakah sosok yang disebut-sebut akan menduduki kursi Menteri Keuangan ini? Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia mengawali pendidikan tingginya di Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke The Australian National University (ANU) untuk meraih gelar Master of Economic Development pada 1996, dan kemudian merampungkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang ekonomi pada 2001 dari universitas yang sama.

Lelaki yang akrab disapa Chatib ini memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi. Sejak Februari 2020, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk. Di luar itu, ia mendirikan dan memiliki firma konsultan riset bernama CReco Research yang berbasis di Jakarta. Aktivitasnya sebagai dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI masih terus ia jalani hingga kini.

Kiprahnya di kancah internasional pun tak kalah mentereng. Chatib tercatat sebagai anggota sejumlah dewan penasihat bergengsi, seperti Dewan Penasihat Bank Dunia yang fokus pada isu gender dan pembangunan, Kelompok Pakar Tingkat Tinggi Independen untuk iklim keuangan pada gelaran COP27 dan COP28, serta Dewan Penasihat di Pusat Analisis Makroekonomi Terapan ANU.

Jejak Langkah di Pemerintahan

Karier Chatib Basri di pemerintahan dimulai sejak 2005. Ia pertama kali bergabung sebagai Anggota Tim Penasihat Nasional untuk Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia, sebuah posisi yang diembannya hingga 2012. Setahun kemudian, pada 2006, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan, posisi yang ia rangkap dengan jabatan Wakil Menteri Keuangan untuk urusan G20.

Pada November 2008, ia ditunjuk sebagai Sherpa Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Selanjutnya, pada 2010 hingga 2012, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Puncak kariernya di era SBY adalah ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013, dan kemudian dipercaya mengisi posisi Menteri Keuangan pada 2013-2014.

Setelah vakum dari kabinet, namanya kembali muncul ke permukaan pada 2024. Presiden Prabowo Subianto melantik Chatib Basri sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), sebuah badan yang memberikan masukan strategis kepada presiden di bidang ekonomi.

Purbaya Membantah Isu Pencopotan

Di tengah riuhnya spekulasi, Menteri Keuangan petahana, Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara. Ia secara tegas membantah kabar yang menyebutkan dirinya akan dicopot dari jabatannya. Menurutnya, narasi yang beredar luas di media sosial tersebut sama sekali tidak berdasar.

"Enggak benar lah," kata Purbaya singkat saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 4 Juni 2026. Penegasan ini sekaligus meredakan sementara spekulasi publik yang sempat memanas di dunia maya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags