Tim Gabungan Terus Cari Korban dan Sterilisasi Lokasi Pascaledakan di Biak, Enam Tewas Tiga Hilang

- Kamis, 04 Juni 2026 | 21:50 WIB
Tim Gabungan Terus Cari Korban dan Sterilisasi Lokasi Pascaledakan di Biak, Enam Tewas Tiga Hilang
PARADAPOS.COM - Memasuki hari kelima pascaledakan di Kompleks Perikanan Biak pada 31 Mei 2026, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, dan instansi terkait terus menggencarkan pencarian korban, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan penyebab ledakan. Hingga Kamis, 4 Juni 2026, jumlah korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.

Perkembangan Korban dan Temuan di Lapangan

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, dalam konferensi pers pada Kamis malam, 4 Juni 2026, memaparkan perkembangan terkini. Ia menyebutkan bahwa korban luka yang sebelumnya dirawat inap kini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. "Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak," ujarnya. Pada operasi pencarian hari itu, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh. Sebanyak 30 potongan ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat sterilisasi area ledakan, sementara dua potongan lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian. Seluruh temuan telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut. Posko juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan. Sementara itu, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah menyelesaikan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak. Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang belum dinyatakan aman. "Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut," jelas Kapolres.

Penyelidikan Puslabfor dan Peran Tim DVI

Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai bergabung dalam penanganan kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik. Peran Tim DVI juga terus dioptimalkan dalam proses identifikasi korban. Pada hari ini, Tim DVI membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian. Tim telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi. "Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," tambahnya.

Pembagian Wilayah Pencarian dan Kendala Cuaca

Kapolres menegaskan pola pencarian masih dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, kegiatan evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas dan tim gabungan tetap melaksanakan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan. Terkait kendala yang dihadapi selama proses investigasi, Tim Puslabfor menyampaikan secara teknis tidak terdapat hambatan berarti. Namun, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Jibom. Sementara itu, Komandan Tim Jibom Gegana Polda Papua mengungkapkan faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan sterilisasi hari ini. Hujan yang mengguyur lokasi kejadian menyebabkan tim hanya dapat melaksanakan kegiatan sterilisasi secara maksimal selama kurang lebih dua jam.

Imbauan kepada Masyarakat

Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mengetahui, menemukan, atau masih menyimpan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. "Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Apabila masyarakat mengetahui, menemukan, atau menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan kepada kami melalui posko, Polres, maupun Polsek terdekat agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten," tegas Kapolres. Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, juga mengimbau masyarakat agar tidak mendatangi lokasi ledakan tanpa kepentingan. Ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian," ujar Kabid Humas. Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan sisa amunisi, bom, granat, atau material peninggalan Perang Dunia II, agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membongkarnya. "Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Langkah cepat masyarakat dalam melaporkan temuan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun insiden serupa di kemudian hari," tegas Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Kamis, 4 Juni 2026. Hingga saat ini, seluruh unsur yang terlibat masih terus bekerja secara terpadu guna memastikan proses pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan dapat berjalan optimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar