BNPB: 80 Persen Karhutla di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, Angin Kencang Jadi Kendala

- Minggu, 07 Juni 2026 | 15:00 WIB
BNPB: 80 Persen Karhutla di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, Angin Kencang Jadi Kendala
PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, masih dalam kendali per Sabtu, 6 Juni 2026. Proses pemadaman terus berlangsung di kawasan Bubon dan sekitarnya, meskipun angin kencang dan asap tebal menjadi kendala utama di lapangan. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar mencapai 24,1 hektare, dengan 80 persen area di Kecamatan Bubon berhasil dipadamkan.

Kendala Angin dan Asap di Lapangan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya pada Minggu, 7 Juni 2026, menjelaskan kondisi terkini di lokasi kejadian. “Di beberapa lokasi masih terlihat sisa kepulan asap dan sejumlah titik api aktif. Kendala di lapangan berupa angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar serta asap tebal yang memengaruhi jarak pandang,” jelasnya. Tim BPBD Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat dengan mengerahkan tiga unit mesin pemadam di tiga titik lokasi. Sementara itu, personel gabungan dari TNI dan Polres Aceh Barat turut membantu dengan satu unit mesin tambahan di titik lainnya.

Kronologi dan Sebaran Titik Api

Abdul menuturkan, warga pertama kali melaporkan kemunculan titik api di beberapa wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak 30 Mei 2026. Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 24,1 hektare dengan rincian sebagai berikut:
  1. Kecamatan Bubon: sekitar 20 hektare
  2. Kecamatan Johan Pahlawan: sekitar 1,5 hektare
  3. Kecamatan Arongan Lambalek: sekitar 1 hektare
  4. Kecamatan Meureubo: sekitar 1,6 hektare
“Dari total tersebut, area yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 16 hektare di Kecamatan Bubon (80 persen), sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Arongan Lambalek pemadaman telah mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing Tertunda

Cuaca di lokasi terpantau berawan. Rencana operasi water bombing masih dalam proses, namun pelaksanaannya terpaksa ditunda. Penyebabnya, kondisi cuaca di sekitar Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dan jalur penerbangan menuju Aceh Barat dinilai kurang bersahabat. “Sebagai upaya penanganan lanjutan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pemadaman karhutla di wilayah tersebut,” ujarnya.

Imbauan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Merespons meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi kering, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi kekeringan dan karhutla dinilai masih mengancam, sehingga langkah antisipatif perlu diperkuat. Masyarakat diajak untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga sumber mata air, dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut, menurut BNPB, dapat memicu meluasnya karhutla. Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di wilayah rawan, mempercepat pemadaman dini jika ditemukan titik api, serta mengaktifkan posko dan patroli terpadu bersama TNI, Polri, dan relawan. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar