PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan empat kubangan raksasa yang terbentuk akibat gempa bumi di wilayah Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kubangan ini berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu dan dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang jika tidak segera ditangani. Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi bahwa akses alat berat ke lokasi terkendala karena berada di zona konservasi, sehingga penanganan dilakukan dengan metode alternatif.
Penanganan Kubangan Tanpa Alat Berat
Suharyanto menjelaskan bahwa longsoran di kawasan Taman Nasional Lore Lindu tidak akan ditangani menggunakan alat berat. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan konservasi tersebut. "Jadi alat berat yang susah masuk itu terkait dengan potensi ancaman bencana di atas gunung yang lokasinya masuk dalam kawasan di Taman Nasional Lore Lindu," ujarnya.
Sebagai gantinya, BNPB telah menyepakati metode lain untuk mengatasi kubangan tersebut. "Sudah ada kesepakatan bahwa longsoran di atas gunung itu akan dijebol menggunakan pompa alkon," jelasnya.
Izin Khusus dan Kehati-hatian di Kawasan Konservasi
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menekankan bahwa seluruh proses penanganan harus mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu. "Untuk penanganan ini harus berhati-hati dan memang harus ada izin khusus sebab berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu," tuturnya.
Kepala BNPB Suharyanto terlihat menemui masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan lancar.
Dampak Gempa: Rumah Rusak dan Korban Jiwa
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi per 20 Juni, gempa bumi telah merusak 2.335 unit rumah. Rinciannya, 1.955 rumah mengalami rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga berdampak pada ribuan jiwa. Total korban dan warga terdampak mencapai 8.586 jiwa, yang terdiri dari 2.775 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia.
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sigi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB, Selasa, 16 Juni 2026. Getaran yang kuat menyebabkan longsoran di lereng gunung dan membentuk kubangan yang kini menjadi perhatian utama pihak berwenang.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tim Pemkot Bogor Juarai Padel Battle Persahabatan Lawan Black Cats
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Jawa Akibat Gangguan Pasokan Batu Bara dan Kerusakan Dua PLTU
Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik dengan Mulut Dilakban di Pinggir Sungai Cilegon
50 Tokoh Nasional, Termasuk Din Syamsuddin dan Oegroseno, Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo