PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat bahwa jaringan rel sepanjang 312,2 kilometer di Sumatra Barat telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, pusat kota, permukiman, hingga destinasi wisata. Data tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pada Sabtu, 20 Juni 2026, melalui keterangan tertulis. Dalam lima tahun terakhir, volume pelanggan KAI Divre II Sumatra Barat melonjak dari sekitar 1,09 juta pada 2021 menjadi 1.978.241 pada 2025, menandakan pertumbuhan signifikan sebesar 81 persen dengan rata-rata 16 persen per tahun.
Peran Strategis Rel di Sumatra Barat
Anne Purba menekankan bahwa keberadaan kereta api di Sumatra Barat sejak awal telah menjadi tulang punggung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai penghubung antara berbagai sektor vital.
"Sumatra Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini," ujar Anne dalam pernyataannya.
Pertumbuhan Pelanggan yang Konsisten
Kinerja layanan kereta api di wilayah tersebut dalam setengah dekade terakhir memperlihatkan tren positif. Angka pertumbuhan pelanggan yang mencapai 81 persen dari 2021 hingga 2025 mencerminkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Menurut Anne, pasar transportasi kereta api di Sumatra Barat terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas. "Kereta api di Sumatra Barat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia melayani perjalanan harian, akses bandara, wisata, sekaligus mendukung distribusi barang," katanya.
Layanan yang Mendekatkan Masyarakat
Saat ini, beberapa layanan kereta api telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan beragam pengguna. KA Pariaman Ekspres, misalnya, menghubungkan kawasan permukiman, pusat kota, kampus, hingga destinasi wisata pesisir. Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani konektivitas antara Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau. Tak ketinggalan, KA Lembah Anai membuka akses menuju Kayu Tanam dan wilayah sekitarnya.
Anne menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sejarah perkeretaapian di Sumatra Barat memberikan pelajaran berharga. "Sejarah rel Sumatra Barat memberi pelajaran penting bahwa konektivitas selain sebagai jalur, juga menjadi akses, pertumbuhan wilayah, dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat," pungkasnya.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tim Pemkot Bogor Juarai Padel Battle Persahabatan Lawan Black Cats
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Jawa Akibat Gangguan Pasokan Batu Bara dan Kerusakan Dua PLTU
Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik dengan Mulut Dilakban di Pinggir Sungai Cilegon
50 Tokoh Nasional, Termasuk Din Syamsuddin dan Oegroseno, Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo