Pemerintah Tanggung Biaya Pemulangan WNI Korban TPPO dan Penipuan Daring di Kamboja

- Jumat, 26 Juni 2026 | 16:50 WIB
Pemerintah Tanggung Biaya Pemulangan WNI Korban TPPO dan Penipuan Daring di Kamboja
PARADAPOS.COM - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mematangkan rencana pemulangan Supiat, WNI asal Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan sindikat penipuan daring di Kamboja. Menteri P2MI Mukhtarudin telah melakukan panggilan video langsung dengan Supiat yang kini berada di tempat penampungan KBRI Phnom Penh untuk memastikan kondisinya. Negara akan menanggung seluruh biaya pemulangan karena keluarga korban mengalami kendala finansial.

Kronologi dan Proses Penyelamatan

Supiat (21), pemuda kelahiran Bintang Kurung, awalnya tergiur tawaran lowongan kerja nonprosedural sebagai pembersih kebun di Malaysia dengan upah tinggi. Namun, sindikat secara sepihak mengalihkan jalur pemberangkatannya ke Kamboja. Di sana, ia disekap dan dipaksa bekerja sebagai operator online scam. Selama bekerja di bawah tekanan, Supiat tidak pernah menerima gaji karena gagal memenuhi target perusahaan. Perusahaan ilegal tersebut bubar setelah otoritas keamanan Kamboja melakukan operasi razia besar-besaran. Supiat berhasil dievakuasi ke bawah perlindungan KBRI Phnom Penh.

Rencana Teknis Pemulangan Bertahap

Berdasarkan laporan teknis dan koordinasi dengan KBRI Phnom Penh, kepulangan Supiat telah dijadwalkan dan akan difasilitasi secepatnya dari Kamboja menuju Tanah Air. Setibanya di Indonesia, proses penanganan lanjutan meliputi fasilitas transit dan pemulihan psikologis awal. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten akan menangani tahap ini secara langsung. Selanjutnya, korban akan bergeser ke Kantor Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) untuk pemulangan ke daerah asal.

Pengawalan Hingga ke Kampung Halaman

Penerbangan domestik menuju Provinsi Kalimantan Tengah akan sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian P2MI. Menteri Mukhtarudin memastikan korban tidak akan dilepas melakukan perjalanan darat sendirian demi keamanan pasca-trauma. Jajaran dinas atau kantor perwakilan wilayah di Kalimantan Tengah telah diinstruksikan untuk menjemput Supiat di bandara lokal, baik Palangkaraya maupun Banjarmasin. Mereka akan mengawalnya menggunakan kendaraan operasional dinas hingga tiba dengan aman di rumah keluarganya di Barito Selatan. Pihak kementerian telah menugaskan tim dari kantor perwakilan wilayah setempat untuk menjemput dan mengawalnya secara langsung. Tim akan menggunakan kendaraan operasional dinas untuk mengantarkan Supiat menempuh jalur darat hingga tiba di depan pintu rumah keluarganya di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. "Nanti sampai daerah, ada orang kantor kita lagi yang akan mengantar sampai ke Buntok, sampai ke rumah," jelas Menteri Mukhtarudin kepada korban, Jumat, 26 Juni 2026. Di akhir pembicaraan, Menteri Mukhtarudin mengimbau Supiat agar tetap tenang dan menjaga kesehatan fisik. Ia juga berpesan agar peristiwa kelam ini dijadikan pengalaman berharga untuk lebih berhati-hati terhadap bujuk rayu lowongan kerja luar negeri non-prosedural di masa mendatang. Langkah cepat Kementerian P2MI ini diharapkan menjadi preseden baik sekaligus penegasan bahwa negara senantiasa hadir melindungi hak-hak seluruh warga negaranya, dari mana pun asalnya dan di mana pun mereka berada. "Kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar senantiasa waspada dan melakukan verifikasi ketat melalui jalur resmi KP2MI terhadap setiap tawaran lowongan kerja ke luar negeri, guna menghindari modus penipuan serupa di masa mendatang," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Apresiasi dari Korban atas Kepedulian Pemerintah

Melalui rekaman video singkat yang dikirimkan langsung dari tempat penampungan di Phnom Penh, Supiat menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang mendalam. Respons cepat dari pemerintah pusat terasa sangat berarti baginya. Sambil memegang dokumen perjalanannya, pemuda asal Barito Selatan ini secara khusus mengucapkan terima kasih kepada jajaran KBRI di Kamboja serta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KBRI Phnom Penh dan Bapak Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah membantu, mendampingi, dan memfasilitasi seluruh proses kepulangan saya ke Tanah Air," ujar Supiat. Supiat menambahkan, kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh Kementerian P2MI dan pihak kedutaan sangat berarti bagi dirinya dan keluarga di kampung halaman. Mereka sempat dirundung kecemasan mendalam akibat keterbatasan biaya untuk pulang.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar