PARADAPOS.COM - Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menegaskan bahwa partai politik harus hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum pemilihan umum (Pemilu) atau ketika mengejar prestasi politik semata. Pernyataan ini disampaikan di hadapan ratusan kader NasDem Banten dalam acara Laga Perubahan 2.0 “NasDem Naik Kelas” yang digelar di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 26 Juni 2026. Willy menekankan bahwa kehadiran partai yang berkelanjutan merupakan kunci untuk menjaga representasi dan aspirasi rakyat.
Fokus pada Penguatan Struktural
Dalam kesempatan tersebut, Willy menjelaskan bahwa program Laga Perubahan 2.0 memiliki fokus yang berbeda dari edisi sebelumnya. Jika edisi pertama lebih kepada menunaikan janji-janji politik dan mengeksekusi keputusan kongres, maka edisi kedua ini lebih menitikberatkan pada penyiapan perangkat atau "tools".
“Kalau Laga Perubahan pertama itu lebih kepada bagaimana menunaikan janji-janji politik dan juga mengexercise mengeksekusi keputusan kongres, Laga Perubahan kedua ini lebih kemudian preparation tools,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Dia melanjutkan, piranti yang dimaksud adalah penguatan struktural dalam menjalankan program-program partai. Penguatan ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bahwa orientasi partai tidak semata-mata mengejar kursi atau jabatan.
“Tapi orientasinya partai itu adalah intermediary group, partai itu adalah backbone dari kita bernegara. Maka partai selalu diasosiasikan sebagai pilar demokrasi,” ujarnya.
Menjembatani Aspirasi Masyarakat
Willy menilai, partai politik memiliki peran penting sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan publik. Hal inilah yang tengah dibangun oleh Partai NasDem melalui berbagai program kaderisasi. Ia mengingatkan bahwa ketika partai tidak hadir, akan terjadi keretakan dalam sistem representasi.
“Ketika partai tidak hadir ada sesuatu hal yang patah. Apa? Patah representasinya, aspirasinya. Itu yang kemudian kita ingatkan melalui pidato-pidato Pak Surya,” ungkapnya.
Suasana di lokasi pelatihan tampak serius namun penuh semangat. Ratusan kader dari berbagai daerah di Banten terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi yang digelar di ABN NasDem. Willy pun menegaskan bahwa pada fase kedua Laga Perubahan ini, NasDem ingin membangun budaya partai yang hadir setiap hari di tengah masyarakat, bukan hanya saat kontestasi politik.
Mengikis Politik Uang
Menurut Ketua Komisi XIII DPR RI itu, kehadiran partai secara konsisten juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi praktik politik uang yang masih marak terjadi. Ia berpendapat, tingginya politik uang disebabkan oleh patahnya representasi politik.
“Kenapa politik uang kita menjadi tinggi, itu menjadi besar? Karena representasinya patah. Itu yang kemudian kami lakukan secara sadar, hadir sedari awal, berjuang sedari awal, bergerak sedari awal. Itu yang kami lakukan di semua sektor,” pungkas Willy.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri Transmigrasi Dorong Industrialisasi Kelapa Halmahera Utara untuk Ekspor ke China
Pemprov Jateng Luncurkan Gebyar Hadiah Samsat 2026, Sediakan Ratusan Juta Rupiah dan Emas bagi Wajib Pajak Patuh
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Remaja Hasil Pendidikan Integratif di Magelang
Lebih dari 50.000 Orang Hilang Akibat Gempa Kembar di Venezuela, Korban Tewas Capai 589 Jiwa