Pesawat Cessna 402 Jatuh di Bahama Tewaskan 10 Orang, Terjadi Saat Perayaan Hari Kemerdekaan

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:50 WIB
Pesawat Cessna 402 Jatuh di Bahama Tewaskan 10 Orang, Terjadi Saat Perayaan Hari Kemerdekaan
PARADAPOS.COM - Sebuah pesawat ringan jenis Cessna 402 jatuh di area semak-semak dekat landasan pacu Bandara San Andros, Bahama, pada Sabtu, 11 Juli 2026, menewaskan seluruh 10 orang di dalamnya, termasuk pilot. Peristiwa nahas ini terjadi di tengah perayaan Hari Kemerdekaan Bahama yang ke-53, mengubah suasana perayaan menjadi duka mendalam. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai lokal Flamingo Air itu dilaporkan mengalami masalah teknis saat melakukan penerbangan singkat dari Bandara Internasional Lynden Pindling di dekat ibu kota Nassau menuju Bandara San Andros. Dalam pernyataan resminya, Otoritas Investigasi Kecelakaan Pesawat Bahama mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut kesulitan sebelum akhirnya jatuh di area semak-semak tidak jauh dari landasan pacu tujuan. “Pesawat dilaporkan mengalami kesulitan sebelum jatuh di area semak-semak menjelang pendaratan,” demikian bunyi pernyataan dari otoritas investigasi kecelakaan penerbangan Bahama.

Pernyataan Resmi Pemerintah

Perdana Menteri Bahama, Philip Davis, menyampaikan rasa duka citanya dalam sebuah konferensi pers. Ia mengakui bahwa hari yang seharusnya penuh sukacita itu berubah menjadi hari berkabung bagi seluruh rakyat Bahama. “Hari ini seharusnya menjadi hari perayaan, tetapi berubah menjadi hari berkabung,” kata Philip Davis. Ia menambahkan dengan nada getir, “Sekali lagi, salah satu bab dalam perjalanan bangsa kita ditandai oleh tragedi.” Awalnya, Davis sempat menyebutkan adanya satu orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Namun, beberapa jam kemudian ia mengonfirmasi bahwa korban tersebut akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Dengan demikian, jumlah korban jiwa menjadi genap 10 orang, termasuk pilot. Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban, baik nama maupun usia, belum diumumkan kepada publik.

Langkah Pencegahan dan Penyelidikan

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Penerbangan Bahama memutuskan untuk menangguhkan sementara sertifikat operator penerbangan milik Flamingo Air. Meski demikian, kementerian menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah bentuk sanksi, melainkan langkah pencegahan sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Yang menarik perhatian, kementerian juga mengungkapkan bahwa terdapat dua insiden keselamatan penerbangan lain yang melibatkan maskapai yang sama pada hari yang sama. Menteri Penerbangan Bahama, JoBeth Coleby-Davis, menjelaskan bahwa sebuah pesawat lain sebelumnya terpaksa kembali ke Nassau setelah pilot melaporkan adanya gangguan teknis. Menurut laporan yang beredar, kebakaran sempat terjadi di pesawat tersebut setelah mendarat, namun seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara itu, Flamingo Air menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kecelakaan tersebut dan berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas yang melakukan penyelidikan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini